• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Seorang ibu asal Magelang, Trimah (79) yang kini berada di Griya Lansia Husnul Khatimah, Kabupaten Malang setelah "dibuang" oleh tiga orang anaknya. (Foto: Istimewa) tugu jatim

Seorang ibu asal Magelang, Trimah (79) yang kini berada di Griya Lansia Husnul Khatimah, Kabupaten Malang setelah "dibuang" oleh tiga orang anaknya. (Foto: Istimewa)

Kisah Ibu Asal Magelang yang Dititipkan 3 Anaknya ke Griya Lansia Malang

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in News, Pilihan Redaksi
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Apa yang dialami Trimah, perempuan berusia 65 tahun asal Magelang sungguh menyayat hati. Bagaimana tidak, ia dititipkan oleh ketiga anaknya ke sebuah panti jompo bernama Griya Lansia Husnul Khatimah yang terletak di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Bahkan, ketiga anaknya tersebut telah menyepakati proses kematian ibunya di panti jompo melalui surat yang ditulis di Magelang.

“Saya ingin anak saya tiga-tiganya jenguk ke sini. Saya di sini sudah lima hari sejak Selasa (26/10/2021) kemarin,” ucap Trimah dengan suara lirih, Minggu (31/10/2021).

You might also like

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

21/07/2026 11:17 AM
Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

21/07/2026 10:00 AM

Ibu yang sudah tampak lemah itu mengaku tak ingin meninggal tanpa kehadiran ketiga anaknya. Trimah yang bahkan sulit bangkit dari tempat tidurnya itu benar-benar ingin bertemu dengan anak-anaknya.

“Kalau begini saya cuma bisa berdoa, saya ingin lihat anak dan cucu saya juga. Saya juga gak bisa jalan, saya stroke, jadi susah jalan,” jelasnya.

Dengan berlinang air mata, Trimah menjelaskan alasan ketiga anaknya yang tak bisa merawatnya. Dia mengaku ketiga anaknya tak bisa merawat lantaran kondisi perekonomian.

“Dua anak saya di Jakarta, satu ikut mertuanya, satu ngontrak tapi susah. Satunya di Pekalongan juga ikut mertua, jadi tidak bisa merawat saya,” bebernya.

Namun Trimah juga mengaku tak mengerti kenapa ketiga anaknya mengirimnya ke Kabupaten Malang. Trimah yang kini tinggal di kamar berukuran sekitar 2 X 3 meter itu mengatakan, anaknya berjanji menitipkannya di daerah Magelang.

“Janjinya di dekat sana, tapi kok tiba-tiba ditaruh di sini. Saya juga tidak tahu,” ujarnya lirih.

Meski begitu, ibu yang juga tak memiliki ponsel dan tak bisa mengoperasikan ponsel itu mengaku betah tinggal di tempat barunya tersebut. Di sana dia mengaku banyak teman yang bisa diajak berkomunikasi.

“Saya kerasan (betah, red), dirawat juga di sini, nyaman juga. Tapi saya berharap bisa dipertemukan anak saya,” ucapnya dengan terisak tangis.

Sementara itu, Penanggungjawab Harian Griya Lansia Husnul Khatimah, Nur Hadi menjelaskan bahwa memang Trimah tampak betah tinggal di sana. Terlebih di tempat itu Trimah bisa menemui orang-orang sebayanya dan bisa menjalani ibadah salat dan membaca Al-Qur’an.

Hadi juga mengaku tak mengetahui secara pasti alasan ketiga anaknya mengirim Trimah ke Griya Lansia Husnul Khatimah. Namun pihaknya tak mempermasalahkan hal itu dan tetap menerima siapapun yang mengajukan lansia dirawat di sana.

“Dari pada terlantar di jalan atau ada apa apa, kami terima semua terlepas alasannya apapun,” jelasnya.

Dia juga mengatakan bahwa biaya hidup di Griya Lansia Husnul Khatimah tersebut gratis baik biaya perawatan hingga biaya pemakaman jika ada yang meninggal.

“Semua biaya dibiayai oleh donatur semua swadaya masyarakat, kami tangani semua,” tandasnya.

 

Tags: berita malangberita Malang hari iniBerita ViralKabupaten MalangKota MalangMagelangMalangViral
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 11:17 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Alih-alih kendaraan bermotor, panitia gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang...

Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Selasa (21/07/2026) bergerak dinamis dengan pola yang tidak merata di banyak daerah. Sejumlah...

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

by Dwi Linda
20/07/2026 9:04 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Perwakilan warga Lingkungan Sukalipura, Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan untuk audiensi pada Senin...

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

by Dwi Linda
20/07/2026 6:05 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Ribuan warga memadati Jalan Cokronegoro di depan Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Senin dini hari (20/07/2026). Mereka...

Next Post
Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar berkomitmen mendukung perkembangan industri kreatif mulai dari desain grafis, game, kuliner, seni rupa, fashion, musik, fotografi, seni pertunjukan, hingga film. (Foto: Pemkot Kediri) tugu jatim

Wali Kota Kediri Dorong Industri Kreatif, Film PEKA 2 Siap Lakukan Open Casting

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID