• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ketua PWNU Marzuki Mustamar saat ditemui usai menghadiri kegiatan peringatan Maulid Nabi di Ponpes Sabilurrosyad Kota Malang, Rabu malam (03/11/2021). (Foto: M. Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Ketua PWNU Marzuki Mustamar saat ditemui usai menghadiri kegiatan peringatan Maulid Nabi di Ponpes Sabilurrosyad Kota Malang, Rabu malam (03/11/2021). (Foto: M. Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Isu PCR Jadi Ladang Bisnis, Ketua PWNU Jatim Beber terkait 4 Petinggi Negara

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Terkait perubahan harga Polymerase Chain Reaction (PCR) yang ramai diperbincangkan hangat jadi ladang bisnis bagi petinggi negara, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim Marzuki Mustamar menanggapi hal itu. Dia membeberkan latar belakang 4 petinggi negara yang erat dikaitkan dengan isu ladang bisnis PCR. Keempat petinggi negara itu, yaitu Jokowi, Ma’ruf Amin, Luhut Binsar Panjaitan, dan Erik Tohir.

Menurut Marzuki, Jokowi memiliki darah keturunan Jawa dan Mataram. Dia menyebutkan, tradisi nenek moyang Jawa selalu menekankan untuk selalu menjunjung tinggi harga diri sehingga orang Jawa lebih memilih menjaga reputasi daripada materi.

You might also like

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

13/06/2026 8:58 AM
Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

12/06/2026 8:54 PM

“Jokowi itu orang Jawa, Mataraman, Solo. Kita orang Jawa yang nenek moyangnya orang Jogja, itu mending menjaga harga diri, mending menjaga reputasi meski berlapar-lapar. Karena kami tidak mau anak cucu tidak dipercaya orang,” jelasnya.

Untuk itu, dia mengatakan, isu ladang bisnis tidak tepat jika ditujukan kepada Presiden Jokowi. Menurut dia, Jokowi masih memiliki kepribadian yang sama sejak menjadi wali Kota Solo. Selain itu, aset kekayaan Jokowi juga dinilai masih wajar.

“Kalau isu ladang bisnis ditujukan ke Jokowi. Kita tahu dari dulu Jokowi ya begitu-begitu aja. Orang yang sudah 7 tahun menjadi kepala negara, tampilnya juga tetap seperti itu, asetnya juga wajar-wajar saja. Kayaknya gak masuk akal kalau itu, ladang bisnis ditujukan ke Jokowi,” ucapnya.

Dia mengatakan, Jokowi itu pasti menjada reputasinya daripada mengambil keuntungan untuk pribadi.

“Jokowi saya yakin masih ingin anak cucunya suatu saat jadi gubernur, menteri, dan lain-lainnya. Maka menurut kami sosok Jojowi itu dia lebih penting menjaga reputasi daripada mengambil keuntungan dari berapa rupiah dari PCR. Jadi kalau ladang bisnis PCR itu dituduhkan ke Jokowi, kami tidak percaya,” imbuhnya.

Sementara Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin, menurut dia, merupakan keturunan ulama berdarah Banten. Dia menyebutkan, ulama Banten memiliki karomah kemampuan cepat menghafal yang terus dijaga.

“Beliau masih keturunan ulama Banten. Kami juga keturunan Banten. Keturunan Banten itu Allah memberikan kelebihan dalam sekejap bisa menghafal,” jelasnya.

Dia juga mengatakan, orang keturunan Banten dalam sekali melihat dan membaca itu bisa hafal.

“Di NU itu ada Hizib Nawawi, ini kalau ditulis tebalnya sama dengan UU ’45. Saya dalam sekali melihat dan membaca itu bisa hafal. Itu salah satu karunia yang diberikan Allah kepada keturunan Banten, seperti Sultan Hasanudin hingga Syarif Hidayatullah,” imbuhnya.

Sehingga Marzuki menilai tidak mungkin Ma’ruf Amin mencari keuntungan dari PCR. Karena orang Banten pasti lebih memilih menjaga karunia Allah daripada harta benda. Terlebih keuntungan itu didapat di tengah kesusahan masyarakat.

“Kalau kami, apalagi Kiai Ma’ruf Amin, daripada makan harta seperti itu tapi karunianya dicabut oleh Allah, mending kami gak dapat apa-apa tapi kelebihan itu tetap dianugerahkan Allah pada kami,” tuturnya.

Menurut dia, pihaknya tidak percaya jika isu itu ditujukan kepada Ma’ruf Amin.

“Kalau isu itu ditujukan ke Pak Ma’ruf Amin, kami tambah gak percaya. Dia kiai, kami tahu betul beliau. Kalau kami mengunjungi beliau pasti kembali mengunjungi kami,” ucapnya.

Kemudian Marzuki juga menjelaskan latar belakang Menko Marves RI Luhut Binsar Panjaitan. Menurut dia, Luhut adalah kepercayaan mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gusdur.

“Yang saya tahu, Luhut itu orang kepercayaan Gusdur. Kami tahu betul mengasesmen orang sampai memercayai orang itu. Kriteria yang biasa dipilih Gusdur itu lurus, jujur, berani, dan humanity,” paparnya.

Dia mengatakan, orang yang sudah dipercaya Gusdur tidak mungkin menjadi maling uang rakyat atau mengeruk keuntungan di tengah penderitaan rakyat. Bagi dia, yang mencoreng kepercayaan Gusdur sama saja melecehkan Gusdur.

Marzuki memandang Gusdur sudah memercayai Luhut bertahun-tahun. Bahkan, keduanya merupakan tokoh yang dikenal Marzuki sangat akrab.

“Jadi harumnya citra itu gak mungkin sama Luhut dicoreng dengan sekadar keuntungan Rp 10 miliar-Rp 50 miliar. Luhut sudah punya sekian perusahaan, nyari uang segitu baginya tak perlu main-main,” bebernya.

Sedangkan Menteri BUMN Erik Tohir, menurut Marzuki, merupakan sosok pemimpin dan pengusaha yang religius. Erik juga dikenal telah membangun masjid dalam jumlah yang besar di berbagai daerah.

“Kami beberapa kali ke PT PAMA dan Adaru, Kalimantan. Kami tahu dia itu membangun masjid di mana-mana. Itu sejak sebelum dia jadi menteri, masih jadi bos Inter Milan,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, orang kaya tidak mungkin mengais uang receh dari PCR.

“Tidak mungkin orang yang sudah kaya raya, masih mengais-ngais pundi-pundi uang atau receh-receh dari PCR. Dari gambaran itu, kami gak percaya dia mengambil keuntungan dari PCR,” ujarnya.

 

Tags: Berita isu PCRKiai Marzuki MustamarPWNU JatimTarif Swab PCR
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Bediding

Fenomena Bediding 2026: Kenapa Suhu Malam hingga Dini Hari Terasa Lebih Dingin Saat Musim Kemarau?

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:22 PM
0

Tugujatim.id - Masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan mulai merasakan perubahan suhu udara yang lebih dingin dalam beberapa hari...

DPRD Surabaya.

Warga Ketar-ketir, DPRD Surabaya Tegaskan Kenaikan Pertamax Bukan Alasan Utama Harga Barang Naik

by Dwi Linda
12/06/2026 6:33 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Menyikapi kenaikan harga Pertamax, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya melihat adanya penyesuaian tersebut tidak serta...

Next Post
3 orang komplotan pencuri HP asal Sidogiri saat digelandang di Polres Kota Pasuruan. (Foto: Polres Kota Pasuruan/Tugu Jatim)

Nekat Curi HP Istri Polisi, 3 Warga Sidogiri Dibekuk Polres Pasuruan Kota

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID