Tugujatim.id – 500 Muslim Paling Berpengaruh di dunia 2022 baru saja dirilis oleh The Muslim500.com. Daftar tokoh ini berdasarkan hasil survei tahunan yang dilakukan lembaga riset independen yang bermarkas di Yordania.
500 Muslim Paling Berpengaruh merupakan buku terbitan tahunan yang pertama kali diterbitkan pada 2009. Terbitan ini berisi muslim-muslim paling berpengaruh di dunia. Buku tersebut dikompilasi oleh Pusat Pembelajaran Strategis Kerajaan Islam di Amman, Yordania.
Laporan yang dikeluarkan tahunan ini berisi tokoh-tokoh muslim di seluruh dunia berdasarkan pengaruhnya di berbagai bidang seperti budaya, politik, dan ekonomi.
Pada edisi ke-25 yang dirilis pada 3 November 2021 tersebut, 7 tokoh Nahdlatul Ulama (NU) masuk dalam daftar 500 Muslim Paling Berpengaruh d Dunia atau The World’s 500 Most Influential Muslim. Mereka masuk dalam kategori Administration of Religious Affairs. Ketujuh tokoh tersebut di antaranya.
1. KH Said Aqil Siroj
KH Said Aqil Siraj adalah ketua Umum PBNU sejak 2010 hingga sekarang. Dia lahir pada 3 Juli 1953 di Cirebon, Jawa Barat. Dia adalah putra kedua dari KH. Aqil Siradj, seorang kiai dari desa Kempek, Cirebon, sekaligus pendiri Ponpes Yayasan KH. Aqil Siradj (KHAS). Selain menjadi Ketua Umum PBNU, dia juga pengasuh Pondok Pesantren Ats Tsaqafah, Jakarta Selatan sekaligus pembina Ponpes Yayasan KHAS Cirebon.
2. KH A Mustofa Bisri
KH A Mustofa Bisri atau lebih sering dipanggil Gus Mus lahir 10 Agustus 1944 di Rembang. Dia adalah pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin di Leteh, Rembang. Gus Mus pernah menjadi Rais ‘Am Syuriah PBNU tahun 2014 hingga 2015. Juga, salah seorang pendeklarasi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Gus Mus dikenal sebagai penyair yang telah melahirkan banyak karya, di antaranya: Ohoi, Kumpulan Puisi Balsem, Tadarus, Antalogi Puisi, Gandrung: Sajak-sajak Cinta, dll.
3. KH Miftchul Akhyar
KH Miftachul Akhyar lahir 30 Juni 1953 di Surabaya. Dia menjabat Rais ‘Am masa bakti 2018-2020 sesuai dengan Rapat Pleno PBNU pada 22 September 2018. KH Miftachul Akhyar menggantikan KH Ma’ruf Amin yang resmi mengundurkan diri karena maju calon wakil Presiden di Pilpres 2019 bersama Presiden Joko Widodo. Dia juga sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020-2025.
4. KH Yahya Cholil Staquf
KH Yahya Cholil Staquf lahir 16 Februari 1966 di Rembang, Jawa Tengah. Dia adalah Katib Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama 2015. Juga, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada 2018-2019 menggantikan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang wafat pada 2017, KH. Hasyim Muzadi.
KH Yahya Cholil Staquf salah satu inisiator pendiri institut keagamaan di California, Amerika Serikat, yang bernama Bayt Ar-Rahmah li adda’wa al-Islamiyah rahmatan lil alamin yang mengkaji agama Islam untuk perdamaian dan rahmat alam pada tahun 2014.
5. Habib Lutfi bin Yahya
Habib Luthfi bin Yahya lahir 10 November 1947 di Pekalongan. Dia adalah Ketua forum sufi internasional serta menjabat Rais ‘Am Jam’iyah Ahlu Thariqah al Mu’tabarah an Nahdiyah (Jatman). Selain itu juga sebagai dewan pertimbangan presiden (wantimpres) periode 2019-2024.
6. Hj Khofifah Indar Parawansa
Hj Khofifah Indar Parawansa lahir 19 Mei 1965 di Surabaya. Saat ini dia sebagai Gubernur Jawa Timur yang menjabat sejak 13 Februari 2019. Sebelumnya pernah menempati posisi Menteri Sosial Indonesia sejak 27 Oktober 2014 hingga 17 Januari 2018. Pernah juga sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan. Adapun di NU, Khofifah sebagai ketua umum Muslimat.
7. KH Ma’ruf Amin
KH Ma’ruf Amin lahir 11 Maret 1943 di Tangerang. Saat ini sebagai wakil Presiden Republik Indonesia sejak 20 Oktober 2019. Dia terpilih mendampingi presiden Joko Widodo. Sebelumnya, KH Ma’ruf Amin menjabat Rais ‘Am PBNU dan ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dia mengundurkan diri dari dua lembaga tersebut setelah menyatakan mengkuti pilpres 2019. Posisinya di PBNU saat ini sebagai Musytasyar.








