BOJONEGORO, Tugujatim.id – Kelangkaan minyak goreng di tengah masyarakat dimanfaatkan oknum nakal yang menjual minyak goreng palsu. Salah satunya seperti yang dialami pengusaha tahu di Desa Ledok Kulon, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro. Untuk itu, Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto mengimbau masyarakat agar waspada.
Menurut Sukur, permasalahan kelangkaan minyak goreng tidak terjadi di Bojonegoro saja, tapi menjadi polemik di tingkat nasional. Padahal, minyak goreng menjadi kebutuhan masyarakat setiap hari.
“Ada oknum nakal yang memanfaatkan situasi dengan langka dan tingginya harga minyak goreng, mereka mengambil keuntungan secara pribadi,” ujarnya saat mendatangi korban minyak goreng palsu di Desa Ledok Kulon, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, Rabu (09/03/2022).

Sukur pun mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan berhati-hati ketika membeli minyak goreng curah.
Baca Juga:
“Saya mengimbau kepada masyarakat kalau mau beli minyak curah harus berhati-hati. Mereka harus betul-betul meneliti dan menelaah, jangan sampai tertipu lagi seperti saudara kita mendapat minyak goreng palsu,” kata dia.
Tidak hanya untuk datang, wakil rakyat tersebut juga memborong tahu milik Bu Fatimah dan memberikan bantuan berupa minyak kemasan sebanyak 7 liter.
Diberitakan sebelumnya, pada Selasa (08/03/2022), Fatimah, warga Desa Ledok Kulon, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, harus menanggung kerugian hingga Rp 1,7 juta ketika membeli minyak goreng. Sebab, minyak goreng yang dibelinya di Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, ternyata palsu. Mirisnya, minyak goreng 4 drum yang dibelinya dari oknum nakal tidak bertanggung jawab itu berisi air dan sedikit minyak goreng.
“Karena pada saat itu saya belinya pas habis Subuh, jadi nggak kelihatan. Pas Selasa siang (08/03/2022), saya tuang ternyata isinya air. Dan 4 dirigen ini juga air semua,” ungkap Fatimah.
—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim ,
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim








