• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
pajak daerah. (Foto: Pexels/Tugu Jatim)

Ilustrasi pajak daerah. (Foto: Pexels)

Triwulan Pertama, Realisasi Pajak Daerah Kota Surabaya Tahun 2022 Capai Rp579,7 Miliar

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Meski pandemi masih melanda, tapi ternyata Kota Surabaya dapat merealisasikan penerimaan pajak daerah hingga pertengahan Maret 2022 atau di triwulan pertama ini hingga mencapai Rp579.732.635.010. Pencapaian tersebut sekitar 12,16 persen dari target tahun ini sebesar Rp 4.768.251.212.071.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Surabaya Musdiq Ali Suhudi memastikan, capaian pajak daerah hingga pertengahan triwulan pertama ini sudah sesuai target. Sebab, hingga akhir Maret 2022, capaian pajak daerah ditargetkan mencapai 14-15 persen.

You might also like

Pendaki ilegal Gunung Semeru.

BB TNBTS Amankan 15 Pendaki Ilegal Gunung Semeru, Satu Orang Cedera Kaki

18/06/2026 11:28 AM
Fraksi Gerindra.

Dialog MBG Memanas, Demonstran Soraki Fraksi Gerindra Sanjung Program Prabowo 

18/06/2026 10:37 AM

“Sekarang kan posisinya sudah 12,16 persen. Insyaa Allah sampai akhir Maret bisa tercapai itu (14-15 persen),” kata Musdiq di kantornya pada Jumat (18/03/2022).

Menurut dia, target capaian pajak daerah 2022 ini sebesar Rp 4,7 triliun. Nilai ini naik sekitar Rp 900 miliar dibandingkan 2021 lalu. Dia mengaku optimistis bisa mencapai target itu karena saat ini kondisi pandemi di Kota Surabaya sudah mulai membaik.

“Memang ada tren kenaikan dibanding sebelumnya ketika pandemi masih tinggi-tingginya,” kata dia.

Di Surabaya, ada sembilan objek pajak yang terus dimaksimalkan untuk memperoleh pendapatan, yaitu pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan, pajak parkir, pajak air tanah, pajak bumi dan bangunan, serta bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).

“Dari sembilan objek pajak itu, yang terlihat menunjukkan tren kenaikan adalah restoran, hotel, dan reklame,” ujarnya.

Sedangkan yang masih agak melambat adalah pajak hiburan karena memang hiburan itu belum beroperasi 100 persen. Dia mencontohkan, kondisi bioskop yang kapasitasnya masih dibatasi 50 persen, termasuk pula hiburan mainan anak-anak dan fitness serta gym yang sampai saat ini belum pulih.

“Tempat wisata seperti KBS mulai naik, tapi bergerak pelan. Dan KBS ini menjadi salah satu penghasil yang besar dari pajak hiburan,” katanya.

Musdiq juga memastikan target objek pajak yang paling besar adalah PBB dan BPHTB. Tahun ini target pendapatan dari PBB sebesar Rp1,4 triliun dan BPHTB sebesar Rp1,3 triliun.

“Jadi, 50 persen penghasilan kami memang berasal dari PBB dan BPHTB. Kondisinya saat ini belum pulih karena sektor properti juga belum full pulih, tapi kami optimistis akan semakin membaik,” tegasnya.

Karena itu, Musdiq memastikan sudah menyiapkan berbagai langkah untuk mencapai semua target tersebut. Pertama, terus menumbuhkan kesadaran wajib pajak sehingga dia mengaku sudah berkomunikasi dengan masyarakat dan asosiasi supaya membantu menyadarkan wajib pajak.

“Apapun yang kita lakukan kalau kesadaran masyarakat untuk membayar pajak masih belum bagus, ya tidak akan berhasil,” ujarnya.

Kedua, meningkatkan layanan via online. Dia mencontohkan, pajak parkir yang terus mengembangkan layanan online atau aplikasi demi mempermudah wajib pajak. Termasuk pula layanan pengurangan pajak PBB bagi pensiunan sehingga secara otomatis ada pemotongan ketika pensiunan ini mengajukan.

“Ketiga, kami juga terus berkomunikasi aktif dengan asosiasi, seperti BPHTB. Kami berkomunikasi dengan notaris dan PPAT. Bahkan, kami juga berkomunikasi dengan PHRI dan asosiasi lainnya. Dengan begitu, harapannya asosiasi ini bisa membantu sosialisasi sehingga berbagai kemudahan yang sudah dibangun dapat disebarluaskan,” katanya.

Musdiq pun terus memperkuat jajaran internalnya. Dia mengakui dengan adanya SOTK baru yang diterapkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, akhirnya komposisi pegawainya juga berubah. Saat ini sebanyak 65 persen pegawainya berada di kantor cabang atau UPTD dan 35 persen lainnya bertugas di kantor pusat atau di kantor Badan Pendapatan Daerah Kota Surabaya.

“Ini strategi internal kami sehingga petugas yang berada di lapangan bisa lebih banyak dan lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Berita capaian pajak daerahberita Surabaya hari iniKota SurabayaPajak daerahPajak daerah Kota Surabaya
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Pendaki ilegal Gunung Semeru.

BB TNBTS Amankan 15 Pendaki Ilegal Gunung Semeru, Satu Orang Cedera Kaki

by Dwi Linda
18/06/2026 11:28 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) memastikan seluruh pendaki Gunung Semeru yang masuk melalui...

Fraksi Gerindra.

Dialog MBG Memanas, Demonstran Soraki Fraksi Gerindra Sanjung Program Prabowo 

by Dwi Linda
18/06/2026 10:37 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Dialog antara perwakilan DPRD Kota Malang dengan ratusan demonstran di depan Gedung DPRD Kota Malang, Rabu (17/06/2026),...

Jam keberangkatan kereta Surabaya-Malang terbaik.

Jam Keberangkatan Kereta Surabaya-Malang Terbaik agar Terhindar dari Kepadatan Penumpang

by Dwi Linda
18/06/2026 10:00 AM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Jam keberangkatan kereta Surabaya-Malang terbaik ternyata tidak selalu identik dengan jadwal paling pagi atau paling cepat sampai tujuan....

Cuaca di Jawa Timur.

Cuaca di Jawa Timur Mayoritas Cerah 18 Juni 2026, Sebagian Wilayah Muncul Kabut dan Udara Kabur

by Dwi Linda
18/06/2026 8:08 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Kamis (18/06/2026) didominasi kondisi cerah di sebagian besar wilayah, namun kabut dan udara...

Next Post
Jalan Raya Sulfat. (Foto: Irham Thoriq/Tugu Malang)

Kota Malang Kembali Diguyur Hujan Deras, Jalan Raya Sulfat Banjir Parah

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID