• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Nelayan di Tuban menyandarkan perahunya di tempat lain agar tidak karam lagi karena cuaca buruk. (Foto: Rochim/Tugu Jatim)

Nelayan di Tuban menyandarkan perahunya di tempat lain agar tidak karam lagi karena cuaca buruk. (Foto: Rochim/Tugu Jatim)

Hindari Gelombang Tinggi, Perahu Nelayan dari 3 Desa di Tuban “Diungsikan”

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

TUBAN, Tugujatim.id – Cuaca buruk di wilayah perairan laut Jawa bagian utara belum juga reda. Bahkan, nelayan di Kecamatan Tambakboyo memindahkan perahunya di balik Terminal Kambang Puti, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, hingga hampir satu bulan.

Para nelayan di Tuban melakukannya karena khawatir beberapa minggu terakhir perahu mereka dihantam gelombang air laut dan menenggelamkan perahunya lagi.

You might also like

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM
Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM

Salah satu yang mengalami kejadian itu adalah Naslam, nelayan asal Desa Jetis, Kecamatan Tambakboyo, yang hampir dua bulan perahunya bersandar di sebelah timur Terminal Kambang Puti. Jika ingin berangkat melaut, dia berangkat dari tempat tinggalnya dengan naik angkutan umum untuk sampai di tempat tujuan. Usai melaut, hal yang sama dilakukan untuk pulang ke rumah.

“Kalau mau berangkat, ya pulang-pergi (PP) naik angkutan, Mas,” kata Naslam usai menjual hasil tangkapannya ke tengkulak ikan pada Rabu (03/02/2021).

Naslam menambahkan, ancaman gelombang dan angin kencang juga dirasakan saat melaut. Ombak air laut hampir 4-5 meter saat menurunkan dan menaikkan jala ikan. Hal itu dia lakukan demi memberikan nafkah kepada keluarga.

“Mau gimana lagi, Mas. Kalau tidak melaut, ya tidak dapat uang. Pendapatan hari ini saja hanya cukup untuk balik modal beli solar dan bekal,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, H. Waras, tengkulak ikan asal Desa Socorejo, mengatakan, pihaknya bersama pekerjanya sudah hampir dua bulan lebih buka stan di area sekitar tambat laboh perahu (tempat nelayan dari Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, untuk menyandarkan perahunya). Kalau biasanya dia datang ke Tambakboyo untuk menampung hasil tangkapan. Kini mau tidak mau mengikuti mereka bersandar untuk mendapatkan ikan.

“Saya mengambil ikan yang sekiranya bukan kebutuhan di pasar. Dengan harga per kilogram Rp 1.100 ikan campuran. Biasanya untuk pakan ternak atau bikin tepung, diolah di pabrik,” katanya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Tugu Jatim, perahu nelayan yang diungsikan di sini berasal dari Desa Glondong, Karangdowo, dan Tambakboyo. (Mochammad Abdurrochim/ln)

Tags: Gelombang tingginelayanNelayan di Tubanperahu karamTuban
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Next Post
Tampak di depan Taman Gajah Bolong Bojonegoro dipasangi spanduk yang menandakan sementara tidak beroperasional. (Foto:Mila Arinda/Tugu Jatim)

Baru Buka Dua Hari, Taman Gajah Bolong di Bojonegoro Tutup Sementara!

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID