• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ampo, Camilan Tradisional

Ampo, makanan dari tanah liat khas Tuban. Foto: idn times

Ampo, Camilan Tradisional Khas Tuban yang Terbuat dari Tanah Liat

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

TUBAN. Tugujatim.id – Di Tuban terdapat camilan tradisional turun temurun yang menarik untuk dibahas. Jika biasanya camilan identik dengan bahan dasar tepung, lain halnya dengan ampo yang berbahan dasar tanah liat.

Makanan ini sendiri diketahui menyimpan sejarah yang menyedihkan di balik cerita pembuatannya. Ampo ternyata juga diyakini oleh masyarakat memiliki beberapa manfaat, namun apakah itu dapat dibuktikan oleh medis? Yuk cari tahu.

You might also like

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

13/06/2026 8:58 AM
Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

12/06/2026 8:54 PM

Sejarah kelam nenek moyang

Camilan dengan bentuk menyerupai coklat serut ini, dulunya tercipta karena masa sulit yang melanda warga Tuban akibat dari penjajahan kolonial Belanda dan juga kemarau berkepanjangan yang terjadi selama setahun penuh.

Selama paceklik, masyarakat tidak memiliki apapun yang dapat mereka panen untuk dimakan hingga mereka mencoba endapan lumpur yang berada di tepi sungai Bengawan Solo yang saat itu juga mengalami penyusutan volume air, tanah tersebut biasa disebut sebagai tanah aluvial.

Tidak semua jenis tanah dapat dipakai

Dalam pembuatan ampo tidak semua jenis tanah dapat dipakai. Jika sebelumnya menggunakan lumpur di Sungai Bengawan Solo, kini produsen ampo yang masih ada menggunakan tanah endapan yang ada di sawah. Tanah jenis ini dipilih karena teksturnya yang lembut dan tidak terdapat partikel kecil seperti pasir, kerikil, ataupun batuan.

Tanah liat yang diperoleh nantinya akan dibentuk dan dipadatkan berbentuk kotak kemudian akan melewati proses pendiaman selama seharian agar didapatkan permukaan yang halus. Tak berhenti di situ saja, nantinya tanah akan diserut menggunakan bilah pisau bambu dan akan diasapi selama sejam hingga nantinya siap menjadi ampo.

Manfaat yang diyakini

Makanan ini dikenal baik untuk dikonsumsi saat hamil karena diyakini bisa memperkuat janin. Dikatakan juga bahwa ampo dapat menguatkan sistem pencernaan karena menghasilkan efek yang dapat membuat kondisi perut jadi nyaman, juga membantu melindungi tubuh manusia dari serangan virus dan bakteri.

Ampo juga dipercaya oleh masyarakat dapat digunakan sebagai obat tradisional. Melansir dari Kartinian, untuk meredakan panas dalam Anda cukup merendam ampo yang sudah matang dalam segelas air. Selain sebagai konsumsi, ampo juga dapat digunakan sebagai penawar gatal dengan melumuri pada permukaan kulit.

Hasil Penelitian

Dalam istilah ilmiah, keinginan untuk memakan tanah liat disebut sebagai geofagi. Melansir dari Healthline, beberapa penelitian menunjukkan bahwa memakan tanah dapat memungkinkan terkena parasit, bakteri, dan logam berat beracun. Sekalipun diklaim bebas dari racun dan telah melewati berbagai proses.

Mereka juga mengganggu kemampuan mencerna nutrisi dalam tubuh karena sifatnya yang dapat mengikat zat besi, seng, dan nutrisi lainnya. Hal ini juga didukung oleh pernyataan Direktur Klinik Rumah Sakit Mpilo, Dr Solwayo Ngwenya, melansir dari Chronicle. “Konsumsi tanah yang berlebihan dapat menyebabkan penyumbatan usus, yang membutuhkan pembedahan karena tanah akan menghalangi makanan untuk lewat,” kata Dr Ngwenya.

Menurut penelitian tahun 2003, ditemui banyak wanita hamil di seluruh dunia makan tanah liat untuk membantu meringankan gejala mual di pagi hari. Namun terlepas dari keyakinan sebagai obat tradisional dari suatu budaya, tetapi manfaat ini sebagian besar bersifat anekdot dan belum terbukti secara meyakinkan.

Variasi makanan dari tanah liat

Makanan yang sudah ada sejak dulu dan turun menurun ini, tak hanya ada di Indonesia. Melansir dari berbagai sumber, ternyata kebiasaan ini memang telah dilakukan oleh beberapa masyarakat yang tinggal di daerah tropis dan hangat.

Salah satunya yang masih eksis hingga sekarang adalah kue lumpur Haiti atau Bonbon Tè. Berbeda dengan ampo yang tidak menggunakan campuran apapun, Bonbon Tè menggunakan mentega hingga garam dalam pembuatannya yang kemudian dijemur di bawah sinar matahari.

Bagaimana, apakah kalian tertarik ingin mencobanya?

Tags: ampocamilan tradisionalTuban
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Bediding

Fenomena Bediding 2026: Kenapa Suhu Malam hingga Dini Hari Terasa Lebih Dingin Saat Musim Kemarau?

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:22 PM
0

Tugujatim.id - Masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan mulai merasakan perubahan suhu udara yang lebih dingin dalam beberapa hari...

DPRD Surabaya.

Warga Ketar-ketir, DPRD Surabaya Tegaskan Kenaikan Pertamax Bukan Alasan Utama Harga Barang Naik

by Dwi Linda
12/06/2026 6:33 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Menyikapi kenaikan harga Pertamax, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya melihat adanya penyesuaian tersebut tidak serta...

Next Post
Dai dan khatib. (Foto: Pemkot Malang/Tugu Jatim)

100 Dai dan Khatib Tangkal Radikalisme Bersama Wali Kota Malang lewat Silaturahmi

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID