MALANG, Tugujatim.id – Mahasiswa Pengabdian pada Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuat mural di kolam anak Sumber Sira, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Kegiatan PMM ini bertujuan untuk mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian dan pengabdian UMM melalui PMM Kelompok 30 Gelombang 10 dengan Dosen Pembimbing Lapang (DPL), Sensei Hamdan Nafiatur Rosyida SS MSi.
Kegiatan ini merupakan rencana program kerja dari PMM UMM Kelompok 30 Gelombang 10 yang sudah terlaksana dan dikerjakan selama kurang lebih satu minggu.

Dalam prosesnya, mereka terlebih dahulu mengecat bagian dasar permukaan, kemudian memberikan warna utama yakni warna biru karena mengambil tema laut.
Kemudian setelah kering, mereka mulai membuat rancangan lukisan menggunakan kapur, dilanjutkan dengan memberikan warna atau mulai melukis, dan yang terakhir finishing dengan mewarnai detail dari setiap gambar.
Kelompok yang anggotanya terdiri dari limamahasiswa perempuan ini, dibantu oleh beberapa teman karib mereka yang paham tentang dunia percatan.
“Kegiatan ini bertujuan untuk membantu pengelola wisata dalam menyelesaikan pembuatan kolam anak. Dengan begini, anak-anak akan lebih senang dan tertarik untuk mandi di kolam anak ini karena adanya gambar yang kami buat sesuai dengan kategori anak. Mereka tidak hanya mandi dan bersenang-senang di dalam air, tetapi juga bisa menikmati pemandangan pinggiran kolam yang sudah kami mural,” ujar Koordinator Kelompok 30 Gelombang 10 PMM UMM, Risa Faiqul Ummah.
“Selain itu, orang tua tidak perlu lagi khawatir anak-anaknya mandi di sumber utama, karena kolam anak lebih terjaga keamanannya dan memiliki daya tarik tersendiri untuk anak dengan bantuan gambar di pinggiran temboknya,” imbuhnya.
Kata dia, pihak pengelola juga membantu dan mendukung program kerja tersebut. Mereka mendukung segala bentuk kegiatan yang akan dan sudah dilaksanakan, bahkan di beberapa hal mereka turut andil untuk ikut membantu.
“Bukan tanpa kendala kami dalam proses pengerjaan, beberapa kendala seperti hujan yang tetiba turun, cat yang luntur karena belum kering dan terkena air, terkena cipratan anak-anak yang memainkan air, dan lain-lain. Dengan begitu, kami menginisiasi rapat koordinasi, dalam rapat membahas penerapan analisa critical thingking dan problem solving, sehingga kami menemukan solusi dan dapat menyelesaikannya,” jelasnya.
Setelah kurang lebih satu minggu, kata dia, program kerja ini dapat selesai. Kolam anak dengan mural di sisinya saat ini sudah dapat digunakan. Pemandangan ini dapat dinikmati setiap hari, anak-anak lebih terjaga dan orang tua dapat lebih tenang mengizinkan anaknya untuk berenang.(*)








