PASURUAN, Tugujatim.id – Kebakaran gudang kayu melanda kawasan pabrik pengolahan wood pellet milik PT Capital Protech Synergy di Dusun Raos Baru, Desa Carat, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Senin (11/05/2026). Kebakaran meludeskan dua gudang produksi yang berisi serbuk kayu yang mudah terbakar sehingga mengakibatkan kerugian mencapai Rp8 miliar.
Mirisnya, kebakaran gudang kayu terjadi tepat ketika perusahaan baru akan memulai produksi kembali setelah sekitar sepekan tidak beroperasi.
Baca Juga: Gudang Rokok di Malang Diduga Kuat Sengaja Dibakar Oknum Karyawan Sendiri, Ini Motif 2 Pelaku!
Berdasarkan informasi yang diperoleh, insiden berawal ketika pukul 07.55 WIB. Kala itu para pekerja baru selesai ikut briefing untuk memulai lagi aktivitas produksi. Tidak lama berselang, salah satu saksi melihat ada kepulan asap muncul di kawasan conveyor di gudang produksi 1.
Api diduga akibat adanya korsleting listrik di mesin conveyor di gudang produksi 1. Kobaran api kemudian menyambar tumpukan serbuk kayu di dalam area gudang yang membuat kobaran api cepat membesar. Kebakaran kemudian merembet hingga ke gudang kedua yang berisi mesin blower dan press.
7 Mobil Damkar Dikerahkan untuk Pemadaman
Besarnya kobaran api membuat pemadaman berlangsung cukup lama. Sebanyak 7 mobil damkar diturunkan ke TKP, di antaranya 3 mobil damkar Pemkab Pasuruan, satu unit mobil PMK gudang garam, satu unit mobil PMK Kabupaten Sidoarjo, serta dua unit water cannon milik Pusdik Brimob.
Petugas memadamkan selama kurang lebih tiga jam hingga akhirnya api berhasil padam sekitar pukul 11.00 WIB. Setelah kebakaran padam, petugas masih melaksanakan pembasahan di beberapa titik untuk mencegah api kembali hidup.
Kasi Humas Polres Pasuruan Iptu Joko Suseno mengungkapkan, insiden tersebut tidak memakan korban jiwa. Akan tetapi kerugian yang ditimbulkan cukup besar karena sebagian besar mesin produksi ikut rusak terbakar.
“Dugaan sementara, kebakaran diakibatkan oleh korsleting listrik di wilayah gudang produksi yang berisi serbuk kayu. Api lantas cepat membesar karena material serbuk kayu di dalam gudang yang mudah terbakar,” ujar Joko pada Senin (11/05/2026).
Baca Juga: Asap Membumbung Tinggi, Gudang Tembakau di Buring Malang Kebakaran
Dia menyebutkan beberapa fasilitas produksi yang rusak di antaranya dua silo penampungan, enam unit conveyor, empat blower, empat mesin press, dan satu hammer mill.
“Kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp8 miliar. Hingga saat ini TKP sudah diamankan dan proses penyelidikan masih dilaksanakan,” ungkapnya.
Polisi juga sudah mengamankan beberapa barang bukti, di antaranya serpihan seng, sisa serbuk kayu terbakar, kabel bekas terbakar, dan sisa galvanis bangunan gudang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Laoh Mahfud
Editor: Dwi Lindawati








