Tugujatim.id – Hari Kereta Api Nasional diperingati setiap 28 September, bertepatan dengan Minggu (28/09/2025).
Peringatan ini tidak hanya berhubungan dengan PT Kereta Api Indonesia, namun peringatan ini muncul sebagai pengingat sejarah kereta api di Indonesia yang begitu panjang.
Sejarah kereta api di Indonesia dapat dilihat jauh saat masa kolonial. Jalur kereta api Semarang menuju Solo-Yogya dibangun pertama kali pada 17 Juni 1864.

Melansir dari berbagai sumber, awalnya kereta ini digunakan untuk mengangkut hasil bumi Nusantara. Perlahan, pertumbuhan panjang jalan rel di Jawa antara tahun 1864 hingga 1900 tumbuh begitu pesat.
Bila panjang rel pada tahun 1867 baru menyentuh 25 kilometer, pada tahun 1879 bertambah menjadi 110 kilometer, lalu tahun 1880 mencapai 405 kilometer, kemudian tahun 1890 menjadi 1.427 kilometer dan pada tahun 1900 menjadi 3.338 kilometer.
Selain Jawa, pembangunan rel kereta api juga dilakukan di Aceh pada 1874, Sumatera Utara pada 1886, Sumatera Barat pada 1891, Sumatera Selatan pada 1914, bahkan pada 1922 di Sulawesi juga dibangun rel kereta api sepanjang 47 kilometer antara Makasar menuju Takalar.
Panjang rel kereta api di Indonesia mencapai 6.811 kilometer pada tahun 1939. Namun, pada tahun 1950 panjang rel ini berkurang menjadi 5.910 kilometer. Raibnya panjang rel ini diduga dibongkar saat masa pendudukan Jepang.

Saat Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, karyawan kereta api yang tergabung dalam Angkatan Moeda Kereta Api (AMKA) mengambil alih kekuasaan perkeretaapian dari pihak Jepang. Peristiwa bersejarah ini terjadi pada tanggal 28 September 1945.
Selain itu, terdapat pembacaan pernyataan sikap oleh sejumlah orang dari AMKA yang menegaskan bahwa sejak tanggal 28 September 1945 kekuasaan perkeretaapian berada ditangan bangsa Indonesia. Orang Jepang dilarang ikut campur tangan lagi urusan kereta api di Indonesia.
Momen tersebut melandasi ditetapkannya 28 September 1945 sebagai Hari Kereta Api di Indonesia, serta pembentukan Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko







