Anak-Anak Pengungsian Bencana Longsor di Nganjuk Mulai Pulih dari Trauma

  • Bagikan
Anak-anak yang mengungsi karena bencana longsor sedang bermain di halaman SDN 3 Ngetos, Nganjuk. (Foto: Noe/Tugu Jatim)
Anak-anak yang mengungsi karena bencana longsor sedang bermain di halaman SDN 3 Ngetos, Nganjuk. (Foto: Noe/Tugu Jatim)

NGANJUK, Tugujatim.id – Posko pengungsian bencana longsor di Nganjuk penuh senyum merekah dan tawa puluhan anak. Mereka mulai dapat tertawa dan bermain lagi bersama di halaman SDN 3 Ngetos.

Untuk memulihkan traumanya dari bencana yang terjadi, mereka mendapatkan pendampingan secara intensif dari Layanan Dukungan Psikososial (LDP) Kementerian Sosial (Kemensos). Fasilitator LDP Kemensos Umar Faqieh menerangkan bahwa setelah lima hari diungsikan, rasa trauma anak-anak itu berangsur pulih karena bencana longsor yang terjadi Minggu (14/02/2021). Tepatnya di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang
Fasilitator LDP Kemensos Umar Faqieh saat diwawancarai soal mengatasi trauma anak-anak yang terdampak bencana longsor di Nganjuk. (Foto: Noe/Tugu Jatim)
Fasilitator LDP Kemensos Umar Faqieh saat diwawancarai soal mengatasi trauma anak-anak yang terdampak bencana longsor di Nganjuk. (Foto: Noe/Tugu Jatim)

Menurut Umar, puluhan anak ini diberikan pengertian bahwa bencana longsor yang terjadi harus tetap diterima. Dia melanjutkan, setelah itu mereka diajak beraktivitas dengan pendampingan dari fasilitator LDP Kemensos.

“Menenangkan dan mendampingi mereka, terus mengajak bermain bersama,” terang Umar.

Mereka perlu membentuk kebersamaan untuk membangun komunikasi dan kenyamanan antar anak. Umar menambahkan, harapannya mereka bisa segera bisa bermain bersama dan mengurangi rasa trauma yang disebabkan dari bencana longsor tersebut.

Tampak anak pengungsian bersama pendamping ketika bermain mobil untuk mengurangi rasa trauma. (Foto: Noe/Tugu Jatim)
Tampak anak pengungsian bersama pendamping ketika bermain mobil untuk mengurangi rasa trauma. (Foto: Noe/Tugu Jatim)

Pantauan dari wartawan tugujatim.id, anak-anak yang mengungsi di SDN 3 Ngetos terlihat aktif bermain bersama. Seperti bermain sepak bola, balap mobil, dan hulahop. Mereka terlihat riang bermain bersama di halaman sekolah. Anak-anak pengungsi pun tidak lagi merasa ketakutan dan wajahnya muram seperti awal mengungsi.

Virtual Class Tugu Malang x Paragon, Tugu Jatim, Tugu Media Group
Ads.

Melihat ini, Umar menerangkan bahwa fasilitator LDP Kemensos akan melihat secara berkala bagaimana perkembangan psikologis mereka.

“Setiap hari kami ajak mereka ngobrol untuk tahu kondisinya,” ujar pria asal Malang ini. (noe/ln)

 

 

  • Bagikan