JEMBER, Tugujatim.id – Hari pertama usai dilantik, enam anggota DPRD Jember turun ke tengah puluhan demonstran Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), pada Kamis (22/8/2024).
Keenam anggota DPRD Jember, diantaranya ada Widarto, Wahyu Prayudi Nugroho, Candra Ary Fianto, Indi Naidha, Suharto, dan Tabroni. Aksi tersebut dilakukan, untuk mengawal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 60/PUU-XXII/2024 dan Nomor 70/PUU-XXII/2024.
Salah seorang anggota DPRD Jember, Widarto mengatakan bahwa sepakat dengan aksi yang dilakukan GMNI Jember. Dirinya mengucapkan terima kasih kepada para demonstran, yang mau mengawal demokrasi.
“Putusan MK kan bersifat final dan binding, yang artinya kita punya yurisprudensi juga pada saat putusan itu berlaku untuk Pilpres (Pemilihan Presiden, Red) kemarin langsung diberlakukan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum, Red),” ujar Widarto.
Lanjut Widarto, dalam prosesnya, putusan yang diperuntukkan Pilpres itu, tanpa melalui pembahasan panjang, baik oleh pemerintah maupun Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI).
“Maka, harusnya putusan MK nomor 60 kemarin, PKPU 12 tahun 2024 harusnya juga bisa segera dilakukan oleh KPU untuk diberlakukan di Pilkada tahun 2024 ini,” jelasnya.
Oleh karena itu, seharusnya putusan MK Nomor 60/PUU-XXII/2024 dan Nomor 70/PUU-XXII/2024 juga bisa segera dilakukan oleh KPU untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Widarto menegaskan, aksi yang dilakukan bukan perkara soal calonnya siapa atau bisa dan tidak untuk mengusung calon di Pilkada 2024. “Tapi, bagaimana hukum ditegakkan, hukum tidak dipermainkan, dan demokrasi dijaga dengan baik,” katanya.
Dirinya berharap, pendidikan politik di masyarakat tetap berjalan, agar kepentingan-kepentingan tidak memihak pada golongan tertentu. “Saya menyebutnya dengan Kartel Politik, begitu saja, lugas saja, Kartel Politik, karenanya harus kita perjuangkan bareng-bareng,” tegas Widarto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko