TUBAN, Tugujatim.id – Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) angka kemiskinan Tuban 2024 mengalami sedikit penurunan dari 14,91 persen menjadi 14,36 persen atau turun sekitar 0,55 persen. Kendati demikian, Kabupaten Tuban masih ketinggalan jauh dibandingkan daerah tetangganya, Lamongan dan Bojonegoro.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, Budi Wiyana, mencatat adanya peningkatan dalam penurunan angka kemiskinan dari 0,11 persen pada tahun sebelumnya menjadi sekitar 0,55 persen.
“Meskipun kita masih berada di urutan lima terbawah di Jawa Timur, penurunan ini cukup signifikan. Kita terus mengupayakan penurunan yang lebih besar lagi,” ucap Budi Wiyana.
Jika ditarik beberapa tahun terakhir, angka kemiskinan Tuban pada 2021 mencapai 16,31 persen. Pada 2022, prosentase kemiskinan turun menjadi 15,02 persen, kemudian pada 2023 menjadi 14,91 persen, dan pada 2024 angka ini turun lagi menjadi 14,36 persen.
Sedangkan untuk target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026, Tuban menargetkan angka kemiskinan di kisaran 12 persen hingga 13 persen.
Tuban dikenal sebagai daerah kota industri dengan beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun perusahaan tingkat nasional dan internasional yang beroperasi di Bumi Wali.
Beberapa perusahaan besar seperti Semen Indonesia, Pertamina, dan Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL) memiliki kehadiran signifikan di wilayah ini.
Bahkan, Proyek Strategis Nasional (PSN) berupa kilang minyak bertaraf internasional akan berdiri di Tuban, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal dan penurunan angka kemiskinan. Namun, meskipun memiliki potensi ekonomi yang besar, tantangan kemiskinan masih menjadi isu utama.
Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), 10 kabupaten/kota termiskin di Jawa Timur adalah Sampang, Bangkalan, Sumenep, Kota Probolinggo, Tuban, Ngawi, Pamekasan, Pacitan, Bondowoso, dan Lamongan.
Perbandingan dengan daerah tetangga yang lebih maju menekankan perlunya upaya lebih keras dan strategi yang lebih efektif untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat Tuban.
Dalam beberapa tahun mendatang, pemerintah daerah Tuban berencana untuk terus mendorong program-program pengentasan kemiskinan, termasuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, serta pembangunan infrastruktur yang merata.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, diharapkan angka kemiskinan di Tuban dapat terus menurun dan mencapai target yang telah ditetapkan dalam RPJMD 2021-2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








