Wartawan senior yang telah banyak menulis Nurcholis MA Basyari membantu sepenuhnya penulisan buku itu dari awal hingga tuntas. Untuk penyelesaiannya mereka nyaris tidak tidur selama tiga hari dua malam di rumah Yogyakarta milik Dr Aqua.
Meski harus kerja keras untuk menuntaskan buku itu, namun Dr Aqua sangat bersyukur. Apalagi semua tamunya yang mencapai ratusan orang termasuk para jenderal TNI dan Polri puas dan senang menerima buku tersebut saat diberikan pada promosi doktornya.
Cetakan pertama buku itu sebanyak 20 ribu eksemplar. Dengan cepat, hanya hitungan bulan seluruhnya habis terjual. Seiring dengan itu penulis belasan buku yang sebagian “super best seller” itu langsung meniatkan untuk menggunakan semua hasil penjualan bukunya buat berbagai kegiatan sosial terutama membiayai umrah banyak orang.
Dari buku “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi” lahirlah kemudian Gerakan Umrah The Power of Silaturahim yang dibiayai dari hasil penjualan buku tersebut.
Ketua tetap rombongan umrahnya setiap tahun adalah Nurcholis.
“Mas Nurcholis yang juga asesor uji kompetensi wartawan tingkat nasional dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat sangat amanah, sehingga saya sekeluarga memberi kepercayaan kepada beliau sebagai ketua rombongan umrah The POS seumur hidup,” ungkap Dr Aqua.
Bergulir sejak 2017, total jamaah The POS yang dipimpin Nurcholis itu hingga kini mencapai 167 orang. Mereka berasal dari berbagai latar belakang sosial-budaya, ekonomi, dan pekerjaan/profesi. Perinciannya POS I 2017 sebanyak 35 orang, POS II 2018 berjumlah 39 orang, POS III 2019 mencapai 50 orang, dan POS IV 2020 43 orang.
Jamaah POS IV sedianya berangkat ke Tanah Suci April 2020 lalu. Namun, keberangkatan jamaah POS IV teradang oleh pandemi Covid-19 sehingga tertunda entah sampai kapan. Semoga saja pandemi ini cepat berakhir sehingga jamaah POS IV dapat segera menunaikan umrah ke Tanah Suci Mekah dan berziarah ke Masjid Nabawi di Madinah.
Para peserta umrah gratis ini terdiri dari dua kriteria. Pertama, orang yang pernah berjasa pada Dr Aqua sekeluarga. Antara lain teman SMA, teman kuliah S1 dan S3. Juga ada janda redakturnya di Harian Suara Indonesia, anak perusahaan Jawa Pos. Sopir, pembantu, dan orang yang pernah merawat ibunya ketika masih hidup.
Kedua, lanjut Dr Aqua, orang-orang yang selama ini bergiat di bidang agama, antara lain guru ngaji, marbot, dan pengurus masjid yang tidak punya kemampuan secara ekonomi, juga menjadi target dari program umrah gratis The POS.
Mereka berasal dari berbagai provinsi, antara lain Sumatera Utara, Sumatera Barat, seluruh Jawa, Bali, NTT, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua.
Batalkan Acara di Rumah Sakit Besar
Selama pandemi Covid-19 kegiatan Sharing Komunikasi dan Motivasi Dr Aqua semakin padat. Jadwalnya penuh. Bahkan sering kekurangan waktu.
Banyak orang yang membutuhkan motivasi dari Dr Aqua. Terutama mereka yang terkena dampak pandemi Covid-19 baik secara langsung maupun tidak. Mereka umumnya kecewa bahkan ada yang frustasi.
Meski begitu, Dr Aqua tetap memprioritaskan waktu untuk Sharing Komunikasi dan Motivasi kepada para nakes. Itu sebagai apresiasi pada pahlawan yang sangat berjasa bagi masyarakat.
“Saya memberi perhatian besar kepada para nakes yang selama pandemi Covid-19 menjadi pahlawan bagi masyarakat. Mereka telah banyak berkorban termasuk nyawa. Untuk itu jika ada undangan Sharing Komunikasi dan Motivasi dari para nakes, saya memprioritaskannya dan meniatkan sepenuhnya ibadah,” terang Dr Aqua.
Staf Ahli Ketua Umum KONI Pusat Bidang Komunikasi Publik ini konsisten dengan ucapannya. Contohnya saat satu rumah sakit besar di Jakarta mengundangnya untuk melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi denga para pegawainya.
Begitu dapat undangan, spontan Dr Aqua menggratiskannya. Kemudian mengalokasikan waktu selama lima hari kerja untuk melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi di rumah sakit itu. Jika waktunya kurang, siap menambahnya di hari lain.
Dr Aqua sengaja mengalokasikan waktu yang banyak hingga berhari-hari karena pegawai rumah sakit itu mencapai ribuan orang. Tujuannya agar semuanya bisa menghadiri acara Sharing Komunikasi dan Motivasi tanpa mengganggu pelayanan kepada para pasien dan mitra yang lain.
Belakangan mantan wartawan di banyak media besar itu merasakan dan menilai manajemen rumah sakit itu tidak serius untuk melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi. Akhirnya Jumat (29/11/2021) Dr Aqua memutuskan membatalkan acara di rumah sakit tersebut.
“Saya menilai manajemen rumah sakit itu tidak serius untuk melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi. Padahal saya sudah berusaha melakukan yang terbaik. Akhirnya saya putuskan membatalkan acara di sana. Saya sama sekali tidak rugi. Waktu yang telah dijadwalkan di rumah sakit tersebut, saya alihkan ke tempat lain yang telah lama mengundang saya dan antri menunggu jadwal yang kosong,” tegas Dr Aqua.
Begitulah pria kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara, 23 Januari 1970 itu. Bisa bersikap sangat baik pada siapa pun. Namun begitu ada yang “main-main” dengannya apalagi tidak komitmen, Dr Aqua langsung menunjukkan jati diri dan karakter aslinya yang tegas. (*)






