Awas, Obesitas Tingkatkan Risiko Kematian COVID-19 hingga 48 Persen

  • Bagikan
ilustrasi obesitas
Obesitas dibuktikan dapat meningkatkan risiko kematian bagi pengidap COVID-19. (Foto: Pixabay)

Obesitas terbukti bisa tingkatkan risiko kematian COVID-19 hingga 48 persen. Bahkan, hasil studi penelitian menyebut obesitas akan membuat vaksinasi kurang efektif.

Peneltian yang merupakan kolaborasi antara University of North Carolina (Universitas Carolina Utara), Saudi Health Council, dan World Bank (Bank Dunia) membuat para peneliti khawatir dan menyebut hal ini sebagai hal ‘menyeramkan.’

Baca JugaModus Investasi Tembakau, Biduan Asal Malang Kena Tipu Rp 350 Juta

Studi dari Universitas Carolina Utara ini membuktikan bahwa obesitas berpengaruh besar terhadap pasien COVID-19. Dilansir The Guardian, data penelitian tersebut menunjukkan bahwa obesitas membuat peningkatan risiko masuk rumah sakit sebesar 113%, perawatan intensif 74%, dan kematian karena virus sebesar 48%.

Pimpinan penelitian ini,  Prof Barry Popkin dari Departemen Nutrisi dari Gilling Global School of Public Health, Amerika Serikat terkejut akan temuan ini. Sebab, hal itu jauh lebih tinggi dari apa yang diperkirakan.

“Ini memiliki dampak yang sangat besar bagi saya. Pada dasarnya ini seperti peningkatan risiko hingga 50 %. Ini sungguh menyeramkan dari apa yang saya perkirakan,” ujar Prof Barry seperti dilansir The Guardian, Rabu (26/8/2020).

Baca Juga: Polisi Bekuk Sindikat Senjata Api di Malang, Sita Belasan Pucuk Pistol

Untuk diketahui, jurnal penelitian itu telah dipublikasikan di Obesity Reviews, tujuannya agar data dan studi tersebut dapat ditelaah lebih lanjut oleh peneliti sedunia seperti China, Prancis, Itali, Inggris, dan Amerika Serikat. Sebab, obesitas merupakan masalah yang sejauh ini semua negara gagal untuk mengatasinya.

Di sisi lain, Prof Melinda Beck dalam penelitian yang sama mengungkapkan obesitas membuat perlawanan terhadap virus COVID-19 ini semakin sukar.

“Individu dengan obesitas juga bakal lebih megalami penyakit fisik lain yang membuat melawan virus ini menjadi sulit,” terang Melinda Beck.

Bahkan, efektivitas dari vaksin nantinya juga diperkirakan berkurang.

“Kami tahu vaksi akan membawa dampak positif. Tapi dari semua pengetahuan kami dari tes vaksin Sars dan vaksin flu, manfaatnya akan berkurang dibandingkan dengan yang lain (tidak obesitas, red),” timpal Hopkin.

 

Penulis: Gigih Mazda
Sumber: The Guardian

  • Bagikan