JEMBER, Tugujatim.id – Tinjau pembangunan Alun-Alun Jember, kejaksaan negeri (kejari) melalui tim pengamanan proyek strategis akan memberikan pendampingan selama proyek berlangsung.
Kepala Seksi Intelijen Arief Fatchurrahman menyatakan bahwa pemantauan yang dilakukan tersebut untuk meninjau adanya potensi ancaman hingga hambatan proyek pembangunan Alun-Alun Jember.
“Kami mendampingi dan memantau potensi ancaman, gangguan, dan hambatan selama proyek berlangsung,” ujar Arief pada Kamis (11/07/2024).
Setidaknya, Arief menjelaskan, pengawasan terhadap pembangunan Alun-Alun Jember meliputi tiga kegiatan pembangunan, seperti landscape alun-alun, struktur videotron, dan pembangunan menara air.
Sebelumnya, pihak Kejari Jember bersama Inspektorat, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman, dan Cipta Karya (DPRKPCK), serta pihak-pihak terkait untuk berkoordinasi dan rapat yang diteken penandatangan pakta integritas.
Tujuan dilakukannya pengawasan tersebut agar proyek pembangunan Alun-Alun Jember berjalan dengan tepat, lancar, sesuai dengan anggaran, dan tepat waktu, sesuai target yang telah ditentukan sebelumnya, yakni pembangunan akan rampung di akhir 2024.
Adapun hasil pengawasan, Arief menjelaskan, tidak ditemukannya kendala pembangunan alun-alun. Kendati demikian, dirinya menegaskan, Kejari Jember akan terus menerus memantau.
Sebagai informasi, pembangunan Alun-Alun Jember di bulan pertama, progres renovasinya mencapai 10 hingga 20 persen. Kepala DPRKPCK Jember Rahman Anda mengungkap awal pengerjaan yang dimulai sejak Mei 2024, sudah melakukan proses pengecoran.
Sedangkan proyek pembangunan Alun-Alun Jember menelan anggaran mencapai Rp23 miliar. Rinciannya Rp17,4 miliar untuk proyek landscape, struktur videotron sebesar Rp6,05 miliar, dan dana yang dihabiskan untuk pembangunan menara air mencapai Rp460 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








