TUBAN, Tugujatim.id – Keluar masuk penjara hingga 3 (tiga) kali tak membuat AM (25) seorang residivis kambuhan asal Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban itu jera. Kali ini ia kembali harus berurusan dengan polisi atas perbuatannya melakukan pencurian dengan kekerasan atau jambret terhadap seorang perempuan.
Adalah Laeli Chanifah (25) yang menjadi korbannya. Kejadian bermula saat itu Laeli sedang melintas di Jalan Hayam Wuruk tepatnya di Desa Bejagung, Kecamatan Semanding, Tuban, Jumat (27/8/2021) lalu sekira pukul 12.10 WIB.
Tanpa disadari, dari arah belakang seorang laki-laki dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat membuntutinya. Pelaku langsung mengambil paksa tas warna hijau miliknya yang berisi satu unit handphone merek Vivo dan beberapa barang lainnya serta uang tunai sebesar Rp 400.000.
“Jadi pelaku sudah mengintai targetnya dari Kejauhan. Ketika korban bergerak, dia langsung melancarkan aksinya, dan menggasak tas milik korban,” ungkap AKBP Darman, di Mapolres Tuban, Senin (6/9/2021).
Usai kejadian, korban langsung melapor ke Polsek Semanding. Mendapatkan laporan tersebut, selanjutnya Satreskrim Polres Tuban bersama unit Reskrim Polsek setempat mendatangi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dan mencari keterangan korban tentang ciri-ciri pelaku pencurian.
Semua keterangan saksi-saksi ternyata mengarah pada satu nama berinisial AM, seorang residivis asal Desa Sugihwaras, Kecamatan Parengan.
Proses Penangkapan Jambret di Tuban Diwarnai Aksi Kejar-kejaran
Selanjutnya, tim Resmob Polres Tuban melakukan penyelidikan di sekitar rumah terduga pelaku. Karena menyadari kehadiran petugas, pelaku melarikan diri untuk menghindari petugas. Aksi kejaran-kejaran pun dilakukan keduanya.
Pelaku terus berlari. Hingga akhirnya petugas melakukan penyergapan tepat didepan rumah saudaranya. Ia pun mengakui, kalau yang melakukan aksi penjambretan itu, adalah dirinya.
“Pelaku sempat melarikan diri. Namun berhasil kita amankan,” tambab perwira polisi kelahiran Demak ini.
Darman pun menambahkan. Sasaran pelaku mayoritas adalah perempuan, terakhir dia melakukan penjambretan terhadap seorang perempuan yang sedang membawa tas yang isinya handphone dan sejumlah uang di daerah bejagung Semanding, tersangka ini merupakan residivis dengan kasus yang sama.
“Semoga dengan tertangkapnya tersangka ini kedepan tidak ada masyarakat yang resah apabila melewati jalan yang sedikit agak sepi” Imbuhnya.
Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 365 ayat 1 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman pidana 9 (sembilan) tahun penjara.