• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Proses pelepasliaran 7 ekor Lutung Jawa di kawasan Hutan Raya Tahura Raden Soerjo, Kota Batu, Jawa Timur, Kamis (26/11). Foto : BBKSDA Jatim

Proses pelepasliaran 7 ekor Lutung Jawa di kawasan Hutan Raya Tahura Raden Soerjo, Kota Batu, Jawa Timur, Kamis (26/11). (Foto: BBKSDA Jatim)

BKSDA Jatim Lepaskan 7 Ekor Lutung Jawa ke Habitat Asal di Tahura R Soerjo

Redaksi by Redaksi
6 years ago
in News, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

BATU – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur melepaskan total 7 ekor Lutung Jawa ke habitat asal mereka di kawasan Hutan Lereng Timur Gunung Biru, Hutan Raya Tahura Raden Soerjo, Kota Batu, Jawa Timur, Kamis (26/11).

Ketujuh satwa dengan nama latin Trachypithecus Auratus ini dilepasliarkan setelah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan dan masa rehabilitasi selama 1,5 tahun oleh Aspinall Foundation Javan Langur Center (JLC) Coban Talun, Kota Batu.

You might also like

Bojonegoro.

Bojonegoro Terima DBH PBB Rp116,6 Miliar, Sektor Migas Jadi Penyumbang Terbesar

19/07/2026 2:05 PM
Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

19/07/2026 12:53 PM

Baca Juga: Bahaya Kebiasaan Memukul Anak yang Seharusnya Tak Dilakukan

Pemeriksaan yang dilakukan meliputi memastikan lutung terbebas dari penyakit berbahaya menular seperti TBC, hepatitis B, herpes simplex, SIV (Simian Immunodeficiency Virus), STLV (Simian T-lymphotropic virus) hingga SRV (Simian Retro Virus).

“Selama masa pelepasliaran ini, lutung-lutung juga sudah dipasangi microchip transponder dalam tubuhnya untuk dimonitor secara intensif oleh tim monitoring dari The Aspinall Foundation,” terang Kepala Seksi Konservasi Wilayah VI BBKSDA Jatim, Mamat Ruhimat dihubungi, Jumat (27/11).

Proses pelepasliaran 7 ekor Lutung Jawa di kawasan Hutan Raya Tahura Raden Soerjo, Kota Batu, Jawa Timur, Kamis (26/11). Foto : BBKSDA Jatim
Proses pelepasliaran 7 ekor Lutung Jawa di kawasan Hutan Raya Tahura Raden Soerjo, Kota Batu, Jawa Timur, Kamis (26/11). (Foto: BBKSDA Jatim)

Berdasarkan hasil monitoring selama pelepasliaran diklaim menunjukkan hasil baik. Lutung-lutung tampak mampu beradaptasi dengan cepat kembali ke habitatnya. “Bahkan tercatat ada perkembangan populasi lutung Jawa di kawasan Hutan Coban Talun, Gunung Biru hingga Gunung Anjasmoro,” ujarnya.

Mamat memaparkan, selama periode 2010-2011 ditemukan populasi Lutung Jawa sebanyak 100 ekor. Pasca tahun itu, total dilakukan pelepasliaran Lutung Jawa sebanyak 7 kali. Hasilnya, hingga 2020 tercatat ada pertambahan mencapai 155 ekor.

Baca Juga: 14 Juta Ton Sampah Plastik Mengendap di Dasar Lautan, Studi Membuktikan

Ia menambahkan, kawasan hutan alam di sekitar Gunung Pusungrawung, Gunung Biru dan Gunung Anjasmoro merupakan habitat penting bagi satwa langka seperti Lutung Jawa. Disana, ada sumber makanan endemik yang menjadi sumber makanan utama lutung.

“Faktor hilangnya habitat inilah yang menjadi faktor penurunan populasi lutung. Sejak beberapa waktu lalu, diperkirakan lebih dari 30 persen (populasi Lutung Jawa menurun) selama 36 tahun,” terangnya.

“Kelangsungan hidup Lutung Jawa bergantung pada keutuhan hutan tropis baik di pegunungan hingga dataran rendah dan daerah pesisir,” tambahnya.

Sebagai informasi, status Lutung Jawa oleh IUCN Red List of Threatened Species Versi 2019.1 tahun 2019 digolongkan sebagai kategori Vulnerable (rentan punah).

Baca Juga: Pemanasan Global Lebih Berbahaya daripada Virus Corona

Status perlindungan tersebut didasarkan pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi. (azm/gg)

Tags: Batubinatang langkaBKSDA JatimBKSDA Jawa Timurfaunahewan dilindungihewan langkaKota Batulutung jawaMalangMalang Rayapelestarian alamWisata
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Bojonegoro.

Bojonegoro Terima DBH PBB Rp116,6 Miliar, Sektor Migas Jadi Penyumbang Terbesar

by Dwi Linda
19/07/2026 2:05 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro kembali menerima penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar...

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Mahasiswa UM.

Mahasiswa UM Kembangkan GS-PBL, Strategi Pembelajaran Berbasis Game Tingkatkan Kolaborasi Siswa

by Dwi Linda
19/07/2026 12:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan inovasi di bidang pendidikan. Yonna Divanka Yuanvanelli, mahasiswa UM Program...

Peneliti UM.

Peneliti UM Kembangkan EL-PBL, Inovasi Pembelajaran IPA Bikin Siswa Lebih Kreatif dan Semangat Belajar

by Dwi Linda
19/07/2026 11:05 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Tim peneliti Universitas Negeri Malang (UM) menghadirkan inovasi pembelajaran berupaya menciptakan suasana belajar IPA yang lebih menyenangkan...

Next Post
Edhy Prabowo, Menteri Kelautan dan Perikanan yang ditangkap oleh KPK terkait korupsi ekspor benih lobster

Edhy Prabowo Resmi Mengajukan Surat Pengunduran Diri Kepada Jokowi

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID