Bocah Saksi Kebakaran Pasar Bungkal Bojonegoro: Bersandar di Seng Kok Panas

Bocah Saksi Kebakaran Pasar Bungkal Bojonegoro: Bersandar di Seng Kok Panas

  • Bagikan
Jepan (8) (tengah) bersama kedua rekannya, saksi kebakaran Pasar Bungkal Desa Sidobandung, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (22/06/2022).
Jepan (8) (tengah) bersama kedua rekannya, saksi kebakaran Pasar Bungkal Desa Sidobandung, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (22/06/2022). (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Beberapa bocah yang sedang bermain di sekitar Pasar Bungkal jadi saksi saat  pasar tradisional itu terbakar hebat pada Rabu (22/06/2022) kemarin. Para anak kecil tersebut sedang bermain petak umpet sata sebelum peritiwa itu terjadi.

Saksi pertama adalah Jepan (8), dia mengaku saat itu tengah bermain petak umpet bersama 3 rekannya di dalam Pasar Bungkal, Desa Sidobandung, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. Mereka asyik bermain karena saat itu tak ada aktivitas perdagangan.

“Pas itu aku lagi berhitung main petak umpet di tengah kios. Pas punggungku bersandar di seng kok rasanya panas. Ternyata ada kebakaran toko di belakangku,” katanya kepada Tugu Jatim di lokasi kejadian, Kamis (23/06/2022).

Mengetahui hal ini, bocah yang beralamat di Dusun Karangturi ini langsung memberi tahu kepada warga sekitar. Namun menurut pengakuannya, warga sempat tak percaya dengan ucapannya.

Pemadam Kebakaran Bojonegoro melakukan tindakan pemadaman api di Pasar Bungkal, Desa Sidobandung, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (22/06/2022).
Pemadam Kebakaran Bojonegoro melakukan tindakan pemadaman api di Pasar Bungkal, Desa Sidobandung, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (22/06/2022). (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

“Iya pada engga percaya, dikira bohong. Tapi ada dua orang yang percaya terus mereka masuk ke pasar ternyata benar kebakaran,” tegasnya.

Diketahui, kebakaran yang terjadi pukul 14. 00 WIB itu berasal dari salah satu kios milik Salim. Saat ditemui, Salim mengaku tak tahu penyebab kebakaran yang menghanguskan 10 toko di dalam pasar.

“Sepertinya itu berasal dari kabel T yang ada di sebelah atas toko milik saya. Padahal setiap pulang sudah saya matikan semua aliran listrik di toko saya,” ujarnya.

Dirinya menyebut, saat sampai di lokasi kejadian, api sudah membesar. Akibatnya, dua bidak yang masing-masing berukuran 3×4 meter itu hangus tak tersisa, hingga total kerugian diperkirakan mencapai Rp 200 juta.

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

  • Bagikan