BOR Rumah Sakit untuk Penanganan Covid-19 di Surabaya Makin Menurun - Tugujatim.id

BOR Rumah Sakit untuk Penanganan Covid-19 di Surabaya Makin Menurun

  • Bagikan
Ilustrasi BOR di Rumah Sakit. (Foto: Pixabay/Tugu Jatim)
Ilustrasi BOR di Rumah Sakit. (Foto: Pixabay)

SURABAYA, Tugujatim.id – Di tengah penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4, ada beberapa kabar terkait bed occupancy rate (BOR) rumah sakit untuk penanganan pasien Covid-19 di Kota Surabaya yang mengalami penurunan jumlah pasien pada Jumat (30/07/2021).

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti tetap mengingatkan bahwa penanganan harus terus digencarkan. Reni menegaskan, tak boleh ada pihak yang menganggap kasus sebaran pandemi Covid-19 ini sudah berakhir.

“Bisa dikatakan begini, BOR menurun itu hal yang baik, tapi kondisi masih rawan. Kondisi rawan saat ini pada sektor potensi penyebaran itu masih sangat berisiko,” terangnya, Jumat (30/07/2021).

Selain itu, Reni juga menyebut terkait angka BOR rumah sakit untuk merawat pasien Covid-19 kini berada di bawah angka 90 persen. Lantaran adanya pengurangan beban keterisian di rumah sakit bisa membuat warga yang terpapar dapat segera mendapatkan penanganan.

“Jadi, penurunan BOR memberikan kesempatan lebih besar kepada warga yang terpapar yang punya peluang untuk sembuh dan tertangani di rumah sakit,” tegasnya.

Reni juga menyambut kabar baik ini. Lantaran beberapa waktu lalu tingkat keterisian untuk perawatan pasien Covid-19 sempat tinggi. Hal itu mencemaskan berbagai pihak, termasuk tenaga kesehatan (nakes) itu sendiri.

“Di awal Juli 2021 itu bahkan BOR ventilator mencapai 100 persen. Tapi, penurunan ini tidak hanya ventilantor dan BOR Covid-19 saja, tapi juga keseluruhan, baik yang ventilator dan non ventilator,” bebernya.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga sempat menjelaskan bahwa BOR di Kota Surabaya menyentuh angka 87 persen. Jumlah itu terus mengalami peningkatan. Namun, saat ini sudah mengalami penurunan kembali.

“BOR bagi pasien Covid-19 di Surabaya mencapai 87 persen (beberapa waktu lalu, tapi sekarang sudah mengalami penurunan, red),” ujarnya.

  • Bagikan