Bos Rongsokan Sidoarjo Diancam Dibunuh Sejak 7 Tahun sebelum Penembakan

Bos Rongsokan Sidoarjo Diancam Dibunuh Sejak 7 Tahun sebelum Penembakan

  • Bagikan
Suasana rumah duka mendiang Sabar (37) di desa Wates Tani, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan.
Suasana rumah duka mendiang Sabar (37) di desa Wates Tani, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan. (Foto: Mahfud/Tugu Jatim)

PASURUAN, Tugujatim.id – Pihak keluarga mediang Sabar (37), bos rongsokan yang tewas akibat penembakan di Sidoarjo mengaku sudah 7 tahun lalu korban mendapat ancaman pembunuhan dan teror.

Wiwin Winarsih (34), istri korban, mengungkapkan bahwa teror dan ancaman tersebut dilakukan oleh pria bernisial E yang notabene masih punya hubungan keluarga dengan korban.

“Sudah 7 tahunan ini, setiap hari kami diteror dan diancam terus,” ujar Wiwin saat ditemui, Kamis (30/06/2022).

Menurut Wiwin, teror dan ancaman itu didapatkan suaminya semenjak diminta warga maju sebagai calon kepala desa Wates Tani, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan.

Istri kedua korban ini menjelaskan teror yang dia rasakan mulai dari rumah dilempari bondet hingga ancaman pembunuhan kepada suaminya.

“Suami diancam pokoknya kalau berani pulang ke desanya dibunuh, dibuang ke laut, kepalanya ditaruh di sini (di rumah),” ungkapnya.

Tidak hanya teror fisik, Wiwin juga menyebutkan bahwa suaminya pernah mendapat teror secara psikis. Menurutnya, bos rongsokan ini difitnah telah merayu istri dari E hingga biduk rumah tangga korban dengan istri pertamanya kandas.

“Pernah dibikin sandiwara, HP suami waktu itu dua hari dipinjam orang, ternyata dibuat ngirim WA ke istrinya E. Terus dikompor-kompori,” imbuhnya.

Berbagai ancaman dan teror bertubi-tubi itulah yang membuat Wiwin punya kecurigaan kuat kepada E yang diduganya sebagai dalang penembakan suaminya. Wiwin juga menuturkan bahwa selama seminggu sebelum insiden penembakan, rumahnya selalu diawasi oleh orang mencurigakan yang tidak dikenalnya.

“Seminggu sebelum kejadian, ada laki-laki mondar-mandir, tanya-tanya warga, ini mobil pak Sabar ya,” pungkasnya.

Hingga kini pihak keluarga korban masih menunggu hasil penyelidikan dari Polda Jatim kepada dua orang terduga pelaku penembakan yang ditangkap di Sampang, Madura pada Rabu (29/06/2022) kemarin. Keluarga berharap pelaku dan dalang penembakan benar-benar dapat hukuman seberat-beratnya.

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

  • Bagikan