Dari Hobi Jadi Rezeki, Mahasiswa UIN SATU Sukses Rintis Usaha ‘Sambal Kemasan’

Narita Adilla, mahasiswa Psikologi UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN SATU) yang sukses usaha sambal kemasan.
Narita Adilla, mahasiswa Psikologi UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN SATU) yang sukses usaha sambal kemasan. (Foto: Dokumen/Zee)

Tugujatim.id – Berawal dari kegemarannya pada dunia memasak, Narita Adilla, mahasiswa Psikologi UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN SATU), sukses merintis usaha sambal kemasan dengan omzet jutaan rupiah sekali produksi.

Winaz Foodies begitulah nama produk dari olahan sambal milik mahasiswa semester 3 ini. Olahan ini memiliki 3 varian sambal yakni sambal baby cumi, sambal cakalang, dan sambal teri. Dalam membangun usahanya ini, Narita Adilla mendapat dukungan dari orang tua.

Sebelum membuka usaha, dia mengaku sangat gemar memasak dan penyuka sambal. Ia sering kali membeli olahan sambal untuk pelengkap makanannya.

“Saya orangnya suka masak dan kalo makan suka sama sambal. Tiba-tiba pacar saya punya saran suruh bisnis sambal biar saya produktif di rumah. Awalnya coba-coba dulu produksi sedikit buat orang rumahan, eh ternyata banyak yang suka,” ujar Narita.

Sambal buatannya ternyata ramai digemari orang di sekitarnya. Keluarga dan temannya mendukung bahkan menyuruhnya untuk sering memproduksi sambal olahan tersebut.

Berkat saran positif dan dorongan itu, Narita mulai membuka usahanya pada Juli 2022 dengan modal Rp 250 ribu dan omzet yang didapat mencapai Rp 1 juta tiap kali produksi. Dia juga menuturkan untuk produksinya di hari Jumat – Minggu saja, karena masih ada kesibukan kuliah.

Sambal kemasan botol ini dijual dengan ukuran 200 gr, dengan harga di bawah Rp 2 ribu. Penjualan sambal dilakukan dengan cara by order terlebih dahulu dan masih dijual di karesidenan Kediri.

“Tidak langsung stok banyak dulu karena ketahanan sambal hanya bisa 3-4 hari jika di ruangan terbuka, kalo di kulkas bisa tahan 1 bulan,” katanya.

Sementara, varian sambal yang paling best seller yakni sambal baby cumi. Walaupun, menurut pengakuannya, agak sulit mencari bahan baku pembuatan sambal ini, khususnya yang baby cumi.

“Kita sampai cari suplier yang bener bener menyediakan bahan yang kita butuhkan secara fresh, agar olahan sambal milik kita cita rasa tiap variannya terasa. Kenaikan harga bahan juga sangat berpengaruh pada produksinya, tetapi demi menjamin kualitas produk kami tetap menggunakan bahan yang masih fresh dan bersih,” imbuh Narita.

Untuk itu, dia berharap usahanya lebih berkembang dan mempunyai banyak konsumen. Dan, tentunya dapat melebarkan sayap di bidang kuliner yang tetap mempertahankan cita rasa nusantara.

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim