Dewan Pers Harap Hasil Survei Persepsi Publik terhadap Pemberitaan Covid-19 Bisa Jadi Rujukan Kebijakan - Tugujatim.id

Dewan Pers Harap Hasil Survei Persepsi Publik terhadap Pemberitaan Covid-19 Bisa Jadi Rujukan Kebijakan

  • Bagikan
Ketua Dewan Pers Muhammad Nuh saat membuka diskusi hasil survei Dewan Pers "Persepsi Publik Terhadap Pemberitaan Covid-19 di Media" yang digelar melalui Zoom Meeting, Jumat (30/07/2021). (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)
Ketua Dewan Pers Muhammad Nuh saat membuka diskusi hasil survei Dewan Pers "Persepsi Publik Terhadap Pemberitaan Covid-19 di Media" yang digelar melalui Zoom Meeting, Jumat (30/07/2021). (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebagai upaya untuk mengetahui bagaimana publik menilai dan memaknai pemberitan Covid-19 di media, Dewan Pers menggelar diskusi dan menyampaikan hasil survei untuk mengetahui persepsi publik terhadap pemberitaan Covid-19 di media selama pandemi yang digelar melalui Zoom Meeting, Jumat (30/7/2021) siang.

Dibuka secara langsung oleh Ketua Dewan Pers, Muhammad Nuh, pihaknya menegaskan bahwa survei yang dijalankan Dewan Pers termasuk dalam upaya pembangunan budaya akademik dan saintifik, khususnya di dalam perusahaan media dan birokrasi pemerintahan RI sebelum membuat kebijakan.

“Saya memberi dua catatan. Pertama, tradisi akademik. Apa yang dilakukan kawan-kawan, melalui survei ini merupakan bentuk membangun tradisi akademik dan saintifik,” jelasnya, Jumat (30/07/2021).

Nuh setuju dengan hal itu, survei menurutnya dapat bermanfaat untuk bahan pertimbangan sebelum membuat suatu kebijakan tertentu, selain itu hasil survei juga dapat dipakai sebagai peralatan untuk evaluasi.

“Sehingga nanti saat mau mengambil keputusan, tidak berdasar insting semata, tapi didampingi data secara akademik, sungguh mahal sekali,” bebernya.

Apalagi diketahui, terang Nuh, masyarakat telah masuk di era yang berbasis pengetahuan. Jangan sampai, lanjut Nuh, perilaku media belum mencerminkan ‘resources’ ilmu pengetahuan itu.

“Kedua, kalau sudah kita ketahui. Hasil surveinya, untuk apa? Salah satunya, kita tidak ingin menjadi desersi sosial dan desersi spiritual,” tegasnya.

Kebijakan Dewan Pers untuk Pers yang Lebih Beradab

Anggota Dewan Pers, Ahmad Djauhar saat mengisi webinar "Hasil Survei Persepsi Publik terhadap Pemberitaan Covid-19" yang digelar melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui YouTube Dewan Pers, Jumat (30/07/2021). (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Anggota Dewan Pers, Ahmad Djauhar saat mengisi webinar “Hasil Survei Persepsi Publik terhadap Pemberitaan Covid-19” yang digelar melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui YouTube Dewan Pers, Jumat (30/07/2021). (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)

Sementara itu, salah satu anggota Dewan Pers, Ahmad Djauhar juga turut menegaskan bahwa hasil survei terkait persepsi publik tersebut bakal dijadikan rumusan kebijakan yang bakal diambil Dewan Pers ke depan.

“Diharapkan dapat ditarik kesimpulan, bagaimana pers dapat bersikap, melakukan langkah apa saja. Berbagai perusahaan pers baru bermunculan. Apakah mereka mampu memenuhi kaidah yang harus diusung perusahaan pers sesungguhnya?,” bebernya.

Djauhar kemudian menegaskan bahwa dari banyak riset yang diadakan Dewan Pers, dirinya menyebut agar masyarakat tahu dinamika yang terjadi di lapangan dan menjaga daya hidup pers itu sendiri.

“Akan banyak riset yang diadakan Dewan Pers. Bagaimana dinamika kehidupan masyarakat terkait pers, menjaga iklim daya hidup pers itu sendiri,” tegasnya.

Di sisi lain, Djauhar mengimbuhkan bahwa dirinya juga menjadi kurator dari program Dewan Pers bernama Fellowship Jurnalisme Perubahan Perilaku (FJPP), tujuannya agar membawa masyarakat melakukan perubahan perilaku lebih baik dari setiap berita yang ditulis media.

“Kami juga menyelenggarakan Fellowship Jurnalisme Perubahan Perilaku. Saya menjadi kurator untuk FJPP itu. Tadinya dimulai ketika tahun lalu, bulan Oktober 2020. Karena melihat ininya bagus, respon masyarakat dan temen-temen pers, diperpanjang sampai 8 bulan terakhir pada Desember 2021,” sambungnya.

“Beritanya cukup inspiratif dan menggugah, untuk menggerakkan masyarakat. Dari yang 3M menjadi 5M, ini yang menjadi salah satu bukti bahwa perubahan perilaku yang didorong pers itu sendiri,” jelasnya.

Media juga diberi kesempatan untuk mengabarkan secara intens soal pandemi Covid-19 ini, jelas Djauhar, kenapa aspek gramatikanya tidak terpenuhi? Ada adagium yang disebutkan Djauhar, yakni pers yang bagus, bisnis yang bagus.

“Kami dewan pers, tetap mengharapkan masukan juga. Apalagi survey yang harus kami lakukan? Untuk memberikan dukungan pada daya hidup media itu sendiri. Semoga kita sama-sama support dan bermanfaat,” pungkasnya.

  • Bagikan