Diikuti 100 Peserta, Universitas Ciputra Surabaya Gelar Virtual Olimpiade di Masa Pandemi - Tugujatim.id

Diikuti 100 Peserta, Universitas Ciputra Surabaya Gelar Virtual Olimpiade di Masa Pandemi

  • Bagikan
Peserta Virtual Olimpiade di masa pandemi Covid-19 yang digagas oleh Universitas Ciputra (UC) Surabaya, Sabtu (31/07/2021). (Foto: Universitas Ciputra (UC) Surabaya/Tugu Jatim)
Peserta Virtual Olimpiade di masa pandemi Covid-19 yang digagas oleh Universitas Ciputra (UC) Surabaya, Sabtu (31/07/2021). (Foto: Universitas Ciputra (UC) Surabaya)

SURABAYA, Tugujatim.id – Demam Olimpiade Tokyo 2020 dirasakan seluruh lapisan masyarakat seluruh dunia, tak terkecuali oleh para pemuda. Hal itulah yang mendasari gagasan tim School of Information Technology Universitas Ciputra (SIFT UC) Surabaya menginisiasi virtual olimpiade bertajuk “IT Festival Extended” pada Sabtu (31/07/2021).

Dekan School of Information Technology UC Dr Trianggoro Wiradinata menegaskan, kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari upaya rebranding fakultas. Dia juga menjelaskan, kegiatan itu bentuk launching kerja sama dengan Metrodata.

“IT Festival Extended ini adalah lanjutan dari serangkaian acara rebranding Fakultas Teknologi Informasi menjadi School of Information Technology Faculty (SIFT, red) yang mengadakan acara webinar, launching kerja sama dengan partner yaitu Metrodata, serta launching fasilitas baru,” terangnya

Di sisi lain, SIFT yang di dalamnya adalah Program Studi Informatika dan Program Studi Information Systems for Business (ISB) menggandeng Google Developer Group (GDG) Surabaya sebagai partner dalam menyelenggarakan lomba yang ditujukan untuk siswa-siswi sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat.

“Tidak kurang dari 100 peserta dari seluruh Indonesia mengikuti lomba ini, yaitu dari Kabupaten Simalungun, Porsea (Sumut), Pontianak, Balikpapan (Kaltim), dan Samarinda (Kaltim),” sambungnya.

Ada juga dari Ambon (Maluku), Ranai (Natuna), Denpasar, Tabanan (Bali), Palembang (Sumsel), Jakarta, Jogja, Sukoharjo, Semarang, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Kudus, Karawang, Indramayu, Surakarta, Tangerang, Solo, Pasuruan, Bekasi, Probolinggo, dan Kediri.

Dosen PJ Acara Indra Maryati menuturkan, peserta seperti atlet, tapi atlet virtual dengan memainkan Doodle Game Olimpiade milik Google.

“Doodle-nya kami ambil sebagai alat lomba. Ini menarik banget karena belum ada lomba semacam itu. Kami mengambil sistem klasemen group dan final. Dan 100 peserta terbagi ke 10 group A-J,” bebernya.

Dia melanjutkan, sama seperti lomba atau olimpiade pada umumnya, di sini juga ada finalnya.

“Nanti 2 orang dari masing-masing group akan masuk final. Di final akan ada 20 orang yang merebutkan poin tertinggi di urutan 1-3,” imbuhnya.

Selain itu, Indra Maryati mengaku bahwa untuk masa pandemi yang semua serba terbatas beraktivitas, tidak seharusnya menutup kreativitasnya.

“Justru harus semakin tertantang memaksimalkan momen, dalam hal ini demam Tokyo Olimpiade 2020,” ujarnya.

  • Bagikan