Dosen Unair Ciptakan Sensor Berbasis Nanopartikel Logam untuk Deteksi Dini Penyakit Kanker-Diabetes - Tugujatim.id

Dosen Unair Ciptakan Sensor Berbasis Nanopartikel Logam untuk Deteksi Dini Penyakit Kanker-Diabetes

  • Bagikan
Sensor berbasis nanopartikel logam untuk deteksi dini penyakit degeneratif yang dibuat oleh dosen Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. (Foto: Unair Surabaya/Tugu Jatim)
Sensor berbasis nanopartikel logam untuk deteksi dini penyakit degeneratif yang dibuat oleh dosen Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. (Foto: Unair Surabaya)

SURABAYA, Tugujatim.id – Dosen Universitas Airlangga (Unair) Surabaya yang memimpin Grup Riset Sensor dan Teknologi Lingkungan Dr rer nat Ganden Supriyanto MSc berhasil mengembangkan sensor fotometrik berbasis nanopartikel logam untuk mendeteksi penyakit degeneratif. Contohnya, penyakit kanker dan diabetes.

Memang penyakit degeneratif menjadi penyebab utama kematian secara global. Menurut Data World Health Organization (WHO) pada 2008 menunjukkan bahwa dari 57 juta kematian yang terjadi di dunia, sebanyak 36 juta atau hampir dua pertiganya disebabkan oleh penyakit degeneratif.

Menurut data dari hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada 2018, tampak bahwa selama lima tahun (2013-2018) telah terjadi transisi epidemiologi di mana kematian karena penyakit degeneratif semakin meningkat, sedangkan kematian karena penyakit menular semakin menurun.

Dari sisi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, penyakit degeneratif dapat dicegah dengan cara mengembangkan dan mengaplikasikan sistem deteksi dini menggunakan peralatan medis dan sensor.

“Banyak hasil penelitian yang mengungkapkan bahwa kadar asam sialat dalam serum penderita kanker umumnya lebih tinggi daripada kadar asam sialat dalam serum orang normal,” terang Dr Supriyanto, Sabtu (31/07/2021).

Dia mengatakan, kenaikan tersebut dijumpai pada berbagai jenis kanker, di antaranya melanoma ganas, kanker payudara, kanker ovarium, kanker mulut rahim, kanker saluran urogenital, kanker saluran pencernaan, kanker paru, kanker hati, kanker urea dan leukemia.

Dari beberapa penelitian, dia menambahkan, terungkap pula kenaikan kadar asam sialat pada serum sejalan dengan tingkat keparahan kanker dan besarnya tumor. Kadar asam sialat yang tinggi pada serum penderita kanker dapat dimanfaatkan sebagai salah satu signal akan adanya kanker pada tubuh seseorang.

“Karena itu, asam sialat sangat potensial sebagai biomarker penyakit kanker. Biomarker penyakit degeneratif itu bisa dihasilkan di dalam tubuh pada serum darah, saliva, urine, dan gas buang napas,” tambah ketua grup riset tersebut.

Dr Supriyanto mengungkapkan, riset selanjutnya akan difokuskan ke jenis penyakit degeneratif yang lain dengan menggunakan jenis nanopartikel dan caping agent yang berbeda. Sensor yang sudah menunjukkan hasil yang menjanjikan, akan dilanjutkan untuk menghasilkan prototipe device sensor.

“Bisa berupa stik sensor dalam format lateral flow immunoassay maupun dalam bentuk sensor fotometrik sederhana yang pembacaannya secara digital,” ujarnya.

  • Bagikan