DPRD Kabupaten Malang Usul Anggaran BTT Ditambah Jadi Rp 30 Miliar - Tugujatim.id

DPRD Kabupaten Malang Usul Anggaran BTT Ditambah Jadi Rp 30 Miliar

  • Bagikan
Ilustrasi anggaran BTT di Kabupaten Malang. (Foto: Pixabay)

MALANG, Tugujatim.id – DPRD Kabupaten Malang mengusulkan agar jumlah anggaran belanja tidak terduga (BTT) Kabupaten Malang dinaikkan menjadi Rp 30 miliar melalui agenda Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2021. Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi mengatakan, sejauh ini penyerapan anggaran BTT sudah sesuai target. Selain itu, penyaluran anggaran BTT ini juga dirasa efektif dalam penanganan pandemi.

“Kami minta anggaran BTT Kabupaten Malang ini bisa ditambah lagi menjadi Rp 30 miliar. Sebelumnya itu Rp 23 miliar dan sudah terserap sekitar 70 persen. Jadi, memang BTT ini prosedurnya tidak panjang,” paparnya, Sabtu (21/08/2021).

Dia menyebutkan, Pemkab Malang sebenarnya juga telah menganggarkan Rp 125 miliar untuk penanganan pandemi Covid-19. Namun, karena prosedurnya yang cukup panjang maka realisasi serapan anggarannya juga masih rendah.

Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi saat ditemui pada Sabtu (21/08/2021). (Foto: M. Sholeh/Tugu Jatim)
Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi saat ditemui pada Sabtu (21/08/2021). (Foto: M. Sholeh/Tugu Jatim)

“Karena prosedurnya panjang dan bentuknya itu kegiatan-kegiatan operasional di kecamatan maupun yang ada di OPD. Jadi, jika tidak ada kegiatan ya tidak bisa diserap,” imbuhnya.

Darmadi menyebutkan, pandemi Covid-19 masih belum bisa diprediksi pergerakannya. Jadi, penambahan anggaran BTT tersebut dirasa cukup penting dalam penanganan pandemi ke depannya. Selain itu, juga bisa untuk penanganan bencana lainnya.

“Angka Rp 30 miliar itu minimal, mungkin juga bisa di atasnya. Penambahan ini mungkin bisa untuk alokasi keperluan kesehatan. Tidak menutup kemungkinan juga bisa untuk bansos jika memang diperlukan,” tuturnya.

Dia menyebutkan, dalam laporan evaluasi serapan anggaran BTT Kabupaten Malang, alokasi terbesar adalah memang untuk pemenuhan kebutuhan kesehatan dalam penanganan pandemi. Selanjutnya adalah pemenuhan kebutuhan operasional seperti Operasi Yustisi dan lain-lainnya.

 

  • Bagikan