DPRD Kota Surabaya Sebut RS Siloam Tak Layak dan Tak Penuhi Syarat

  • Bagikan
Josiah Michael, anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya sedang melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di lokasi rencana RS Siloam yang berdekatan dengan City of Tomorrow (Cito) Mall Surabaya, Rabu (17/02/2021). (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)
Josiah Michael, anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya sedang melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di lokasi rencana RS Siloam yang berdekatan dengan City of Tomorrow (Cito) Mall Surabaya, Rabu (17/02/2021). (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

SURABAYA, Tugujatim.id – Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Josiah Michael menyatakan bahwa bahwa pengoperasian Rumah Sakit (RS) Siloam di area City of Tomorrow (Cito) Mall Surabaya tidak layak. Sebab, pembatas antara mal dan rumah sakit hanya memakai partisi atau penyekat. Sehingga kemungkinan kebocoran masih tinggi.

“Mengenai kelayakan dari rumah sakit ini, kalau menurut saya pribadi dari pengamatan yang saya lihat tadi tidak layak. Karena apa? Berdempetan langsung dengan mal, pembatas antara rumah sakit dan mal hanya partisi,” terang Josiah Michael pada Tugu Jatim di depan Cito Mall Surabaya, Rabu (17/02/2021), pukul 13.30 WIB.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Josiah melanjutkan bahwa bila memang ingin dibuat RS Siloam, maka akan sangat berbahaya. Pasti ada semacam kemungkinan kebocoran dari RS Siloam menuju Cito Mall Surabaya atau Apartemen karena hanya dibatasi dengan partisi saja, bukan dinding.

“Kalau memang ini untuk rumah sakit Covid-19 dan perawatan Covid-19 ini sangat berbahaya, kemungkinan kebocoran pasti akan ada, harusnya memang dinding pak,” imbuhnya.

Bila memakai pembatas berupa partisi ada kemungkinan retak, pecah dan perbedaan tekanan dari RS Siloam dan Cito Mall Surabaya yang memungkinkan virus Covid-19 bisa menyebar lagi. Josiah menanyakan, siapa yang menjamin virus Covid-19 tidak menyebar ke Cito Mall Surabaya dan Apartemen? Tidak ada.

“Kalau partisi itu ada kemungkinan retak, pecah, dan tekanan udara dari mall dan rumah sakit beda, nanti siapa yang menjamin kalau virusnya nggak keluar? Kalau kita bicara Covid-19 lho ya. Kalau bicara layak atau tidak, menurut saya pribadi tidak layak,” tuturnya.

Josiah juga memberi saran bahwa jangan dibuka RS Siloam di area Cito Mall Surabaya. Karena izin juga masih belum ada dan dikirim ke dinas-dinas, namun sudah ‘action’ mempersiapkan pengoperasian. Josiah berharap pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bisa tegas dalam menyikapi kasus ini.

“Kalau saran saya ya jangan dibuka pak, izin aja belum ada kok seperti yang disampaikan pak Imam dan pak Machmud. Saya harapkan dari Pemerintah Kota Surabaya juga bisa tegas menghadapi ini. Jangan sampai dijadikan alasan pak, masalah rumah sakit darurat Covid-19 ini,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam agenda Sidak Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya itu dihadiri oleh 3 orang, selain Josiah Michael, ada juga Imam Syafi’i dan Muhammad Machfud yang turut ikut mengamati situasi di area Cito Mall Surabaya secara langsung. Mengenai pihak RS Siloam sendiri, masih belum dapat ditemui di lokasi untuk diminta keterangan. (Rangga Aji/gg)

Kasus RS Siloam, DPRD Kota Surabaya: RS Butuh, Tapi Jangan Halalkan Segala Cara

  • Bagikan