Dua Hari, Dua Bus Sumber Selamat Celaka di Nganjuk - Tugujatim.id

Dua Hari, Dua Bus Sumber Selamat Celaka di Nganjuk

  • Bagikan
Tim evakuasi Bus Sumber Selamat yang terperosok di pinggir jalan di Nganjuk/tugu jatim
Tim evakuasi memeriksa Bus Sumber Selamat yang terperosok ke sawahdi Nganjuk. (Foto: Dokumen)

NGANJUK, Tugujatim.id – Ironi dengan nama armadanya “Sumber Selamat“. Bus jurusan Solo-Surabaya ini justru dua kali mengalami kecelakaan lalu-lintas di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Dua insiden bus milik PT Selamat Sugeng Rahayu itu terjadi hanya berselang sehari, alias dua hari dua kali kecelakaan.

Yang terbaru pada Sabtu dini hari (13/11/2012), Bus Sumber Selamat nopol W 7295 UP terguling masuk area persawahan, di tepi Jalan Raya Dusun Awar-Awar, Desa Mancon, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk.

Kasatlantas Polres Nganjuk, AKP Indra Budi Wibowo, melalui Kanit Laka Lantas Iptu Sugino mengatakan, peristiwa kecelakaan tunggal itu terjadi sekitar pukul 02.15 WIB.

“Bus melaju dari arah timur ke barat, atau dari arah Surabaya menuju Solo,” terang Sugino Sabtu pagi (13/11/2021).

Bus berpenumpang sekitar 30 orang itu disopiri Imam Hambali (47), asal Dusun Genuk, Desa Plosogenuk, Kecamatan Perak, Jombang.

“Diperkirakan melaju dengan kecepatan tinggi, saat sampai di TKP (tempat kejadian perkara, red) diduga kurang hati-hati dalam mengendalikan laju kendaraannya tanpa memperhatikan situasi arus lalu lintas dari arah depan, menghindari kendaraan lain (belum diketahui jenisnya) yang berjalan searah di depannya,” urai Sugino.

Sopir bus kemudian hilang kendali, lalu refleks membanting setir ke kiri. Tak pelak, bus langsung oleng dan terguling nyungsep ke sawah di sisi selatan jalan raya.

Sugino menyebut, ada dua korban luka-luka dalam insiden tersebut, yakni Much. Taufiq (24) dan Nita Putri Ramadani (23). Keduanya asal Dukuh Masigit PJKA, Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya. Mereka mengalami luka nyeri pada kaki kanan.

“Kedua korban mengalami luka nyeri masing-masing pada kaki kanan dan bahu kiri. Sempat dirawat di Puskesmas Wilangan dan tidak opname,” tukas Sugino.

Sehari sebelumnya, Kamis (11/11/2021) siang, bus Sumber Selamat lainnya juga mengalami kecelakaan di TKP Jalan Raya Dusun Plimping, Desa Gebangkerep, Kecamatan Baron, Nganjuk.

Iptu Sugino menerangkan, bus bernopol W 7197 UP tersebut terlibat kecelakaan dengan truk nopol S 8359 UL, sekitar pukul 11.30 WIB.

Kronologinya, bus Sumber Selamat yang dikemudikan Puput Eko S (28) asal Desa Mantren, Kecamatan Karangrejo, Magetan, melaju dari arah timur ke barat dengan kecepatan sedang.

Sampai di lokasi kejadian yang sedang ada proyek perbaikan aspal, pengemudi bus diduga kurang menjaga jarak aman dan ruang yang cukup.

“Tepat di tengah jalan ada truk proyek aspal yang parkir dan menarik blangki aspal menghadap ke barat. Karena jarak terlalu dekat sehingga terjadi tabrakan. Bus lalu oleng ke kanan dan menabrak pohon di tepi jalan raya,” ujar Sugino.

Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden tersebut.

Januari sampai November 2021, ada 166 nyawa melayang akibat kecelakaan di Nganjuk

Tingginya angka kecelakaan lalu-lintas di Kabupaten Nganjuk menjadi perhatian serius aparat kepolisian setempat.

Kasatlantas Polres Nganjuk AKP Indra Budi Wibowo, melalui Kanit Dikyasa Iptu Reo Anggar Prabowo dalam keterangan tertulisnya Sabtu (13/11/2021) menyebutkan, selama kurun waktu 1 Januari sampai 10 November 2021 tercatat sebanyak 1.304 kejadian kecelakaan lalu-lintas di Nganjuk.

Rinciannya, korban luka ringan sebanyak 1.130 orang, luka berat 8 orang dan meninggal dunia sebanyak 166 orang. Sedangkan kerugian material mencapai Rp 823.250.000.

“Untuk bulan November 2021 ini tercatat sebanyak 609 kejadian kecelakaan lalu-lintas di wilayah Nganjuk,” ujar Reo.

Terkait data tersebut, Reo mengajak masyarakat untuk bersama-sama saling mengingatkan akan pentingnya berkendara dengan baik dan benar.

Beberapa faktor yang menjadi penyebab kecelakaan lalu-lintas, disebut Reo antara lain karena kondisi kendaraan, kelalaian manusia, kondisi jalan dan faktor alam

“Mari bersama-sama kita cegah laka lantas. Stop pelanggaran, stop kecelakaan, keselamatan untuk kemanusiaan,” pungkas Reo.

  • Bagikan