JEMBER, Tugujatim.id – Fasilitas penyedia Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jember menghadapi masalah serius terkait kelayakan operasional. Ini fakta soal SPPG di Jember.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Semeru, Lingkungan Kloncing, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, telah beroperasi sekitar tiga bulan tanpa mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Permasalahan bertambah kompleks setelah lokasi dapur dinyatakan berada di area rawan genangan air, sehingga izin tempat dari dapur SPPG di Jember itu pun masih dalam proses pengajuan.
Baca Juga: Banjir Rendam Dapur MBG di Jember, Satgas Rekomendasikan Relokasi SPPG
Temuan ini mencuat ke permukaan ketika Satgas MBG Kabupaten Jember dan kecamatan setempat melakukan inspeksi mendadak (sidak), buntut banjir yang melanda dapur tersebut hingga berujung pada terhentinya operasional untuk sementara waktu.
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Jember Akhmad Helmi Luqman mengungkapkan bahwa posisi dapur terlalu berdekatan dengan jalur drainase. Menurut dia, hal ini menimbulkan ancaman terhadap standar keamanan makanan yang diproduksi.
“Aspek kelayakan tempat serta dokumen perizinannya, termasuk SLHS, semuanya masih dalam tahap pengurusan,” ungkap Helmi, Jumat (30/01/2026).
Posisi Bangunan Lebih Rendah dari Drainase
Dia menjelaskan, SPPG di Jember tersebut telah melayani lebih dari dua ribu sasaran program. Kejadian banjir justru membuka fakta mengenai kekurangan infrastruktur drainase di sekitar area produksi. Bahkan, posisi bangunan berada lebih rendah dari saluran drainase.
“Inti persoalannya terletak pada sistem drainase. Kami berharap lokasi produksi dapat dipindahkan mengingat kekhawatiran gangguan terhadap kegiatan operasional,” paparnya.
Dampak dari genangan air membuat aktivitas SPPG di Jalan Semeru ini terpaksa dihentikan selama satu sampai dua hari. Selama jeda tersebut, pendistribusian makanan kepada para penerima tidak dapat dilaksanakan.
“Berdasarkan informasi dari pengelola dapur, operasional terhenti sekitar satu hingga dua hari,” tambah Helmi.
Mengenai langkah selanjutnya, pihak pengelola dan pemilik fasilitas telah menyatakan kesediaan untuk menjalankan arahan tim pengawas, termasuk opsi perpindahan lokasi.
“Pemilik dan pengelola dapur sudah menyatakan kesiapan bila diperlukan relokasi,” lanjutnya.
Di sisi lain, Kepala SPPG Semeru mengonfirmasi penghentian sementara dilakukan untuk keperluan sanitasi menyeluruh setelah kejadian genangan.
“Kami menutup operasional sementara waktu untuk melakukan sterilisasi menyeluruh terhadap dapur dan seluruh peralatan,” katanya.
Baca Juga: Imbas Keluhan Penerima MBG Viral, Pihak Dapur SPPG di Jember Akui Ada Miskomunikasi
Mayoritas peralatan masakan masih dalam keadaan baik. Namun beberapa item yang dianggap tidak memenuhi standar telah disingkirkan dan diperbaharui.
“Sebagian besar peralatan masih layak, hanya beberapa yang sudah tidak memadai kami ganti,” jelasnya.
Meskipun sempat vakum, pihaknya menegaskan bahwa para penerima manfaat tidak dipindahkan ke fasilitas lain dan tetap tercatat sebagai tanggung jawab SPPG Semeru. Aktivitas direncanakan akan dilanjutkan begitu proses sanitasi tuntas.
Fasilitas ini melayani distribusi ke sekitar 15 hingga 18 lokasi pendidikan dengan total penerima mencapai sekitar 2.800 individu, mencakup pendidik dari tingkat TK hingga SMP. Terkait saran pemindahan, pengelola menyampaikan akan mengikuti keputusan yayasan serta bimbingan dari instansi terkait.
“Soal relokasi akan mengacu pada keputusan yayasan dan saran dari tim pengawas,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








