• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Fitrah Faradisa.

Produk baju dari Batik Ecoprint Annabae milik Fitrah Faradisa, pengusaha asal Tuban. (Foto: IG ecoprint_annabae)

Fitrah Faradisa Geluti Bisnis Ecoprint, Wanita asal Tuban Ini Raup Cuan Produk Diminati Pasar Luar Negeri

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

TUBAN, Tugujatim.id – Akhir pekan menjadi waktu tersibuk bagi Fitrah Faradisa, warga Kelurahan Sidorejo, Kabupaten Tuban. Di sela-sela merawat anak, wanita berusia 42 tahun itu menyempatkan waktu membuat kerajinan ecoprint.

Fitrah Faradisa memperoleh bahan dari tanaman yang banyak tumbuh di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Terkadang bahan ditemukan tanpa sengaja saat jalan-jalan bersama keluarganya.

You might also like

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

06/07/2026 5:13 PM
Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

26/06/2026 10:54 PM
Pengusaha Fitrah Faradisa.
Proses pembuatan kerajinan ecoprint milik Fitrah Faradisa. (Foto: IG ecoprint_annabae)

Contohnya bunga atau daun kenikir, bunga kamboja, kembang/daun jati, jarak lanang, ekor kucing, serta bagian tumbuhan yang mengandung zat tanin.

“Bahan-bahan tanaman yang mudah didapat di Tuban itu ada bunga kenikir, daun jati, daun lanang, dan lain-lainnya saya ambil di pinggir jalan,” kata pemilik brand kerajinan ecoprint Annabae kepada Tugu Jatim yang datang meliput beberapa waktu lalu.

Pengusaha ecoprint Fitrah Faradisa.
Kerajinan ecoprint milik Fitrah Faradisa yang menembus pasar luar negeri. (Foto: IG ecoprint_annabae)

Sepintas melihat prosesnya, pembuatan kerajinan ecoprint ini gampang-gampang susah. Awalnya tata bahan-bahan yang digunakan pada selembar kain putih polos.

Proses ini membutuhkan imajinasi dan kreativitas karena akan menentukan corak yang dihasilkan. Selanjutnya gulung kain menggunakan tongkat dan plastik hitam, lalu dikukus selama beberapa jam. Setelah itu, kain diangkat dan dijemur di bawah sinar matahari.

Seluruh proses langsung dikerjakan Fitrah sendiri. Namun untuk menjadi produk siap pakai, Fitrah bekerja sama dengan penjahit atau perajin lain.

“Produknya sekarang ini beragam, dari awalnya kain, kini ada kemeja, jaket, tas sepatu, tempat pensil, dan fashion lainnya,” imbuhnya.

Pengusaha ecoprint Tuban Fitrah Faradisa.
Kain ecoprint milik Fitrah Faradisa yang sudah bermotif. (Foto: IG ecoprint_annabae)

Harga dipatok cukup terjangkau mulai Rp25.000 untuk tempat pensil, Rp1.300.000 untuk produk tas. Sementara kain dijual antara Rp300.000-Rp700.000, bergantung bahan dan ukurannya.

“Harga termurah yang saya jual yaitu masker Rp20.000, kemeja Rp350.000, kain Rp300.000 sampai Rp700.000, ada tas kulit mulai Rp750 ribu sampai satu juta rupiah ke atas,” ungkap Fitrah.

Usaha rumahan ini digeluti sejak 2019 atau empat tahun lalu. Berawal dari hobi membuat kerajinan, ibu 3 anak ini mencoba belajar kerajinan ecoprint. Dari tangan kreatifnya, tercipta berbagai kerajinan bernilai jual tinggi dan banyak diminati konsumen.

Pengusaha ecoprint di Tuban Fitrah Faradisa.
Salah satu baju ecoprint milik Fitrah Faradisa yang sudah bermotif. (Foto: IG ecoprint_annabae)

Memanfaatkan media sosial untuk pemasaran, produknya telah mampu menembus luar negeri. Di antaranya pernah mengirim pesanan ke Australia dan Brunei Darussalam.

“Pemasaran mulai lokal Tuban juga luar daerah. Ada dari Bangka, Sumatera, juga Australia dan Brunei Darussalam,” ungkapnya.

Keterbatasan waktu dan tenaga memaksa Fitrah harus membatasi jumlah produksi maksimal 15 kain per pekan. Namun demikian, dari penjualan produk setidaknya Fitrah mampu menghasilkan cuan sambil mengurus rumah dan anak-anak.

“Satu bulan penjualan mencapai 70 pcs, tempat pensil, topi, dan tas, serta baju,” ujarnya.

Writer: Mochamad Abdurrochim

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Tuban hari iniBisnis ecoprintBisnis ecoprint di TubanBisnis ecoprint TubanKabupaten Tuban hari iniPengusaha ecoprint di TubanPengusaha ecoprint Fitrah Faradisa
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

by Dwi Linda
06/07/2026 5:13 PM
0

LUMAJANG, Tugujatim.id – Di balik meroketnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Lumajang selama libur Lebaran 2026, ada satu...

Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

by Mochamad Abdurrochim
26/06/2026 10:54 PM
0

"Sedih rasanya melihat teman-teman lain berseragam. Tapi saya harus sabar, menepi dulu demi bantu orang tua. Saya jualan es teh....

Sekolah Rakyat.

Menolak Padam, Asa Baru Silvia dan “The Invisible People” dari Bangku Sekolah Rakyat

by Dwi Linda
26/06/2026 5:47 PM
0

"Ada banyak pahlawan dalam kamus hidup Silvia Putri Cahyani, pelajar 14 tahun di Kota Batu, Jawa Timur. Paman dan bibinya,...

Bupati Sidoarjo.

Terharu! Bocah Usia 7 Tahun Luka Bakar 46 Persen, Bupati Sidoarjo Subandi Siapkan Pengobatan hingga Pekerjaan untuk sang Ayah

by Dwi Linda
16/06/2026 9:24 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Bupati Sidoarjo H. Subandi menjenguk Izzan, 7, bocah yang mengalami luka bakar hingga 46 persen dan kini...

Next Post
Tim Pengabdian Unikama.

Langkah Proaktif, Tim Pengabdian Unikama Tingkatkan Mitigasi Bencana di Desa Suwaru Malang

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID