Harga Telur Anjlok, Peternakan Ayam Milik Lapas Tuban Terancam Gulung Tikar - Tugujatim.id

Harga Telur Anjlok, Peternakan Ayam Milik Lapas Tuban Terancam Gulung Tikar

  • Bagikan
Narapidana Lapas Kelas II B Tuban sedang mengambil telur ayam saat panen. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)
Narapidana Lapas Kelas II B Tuban sedang mengambil telur ayam saat panen. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

TUBAN, Tugujatim.id – Unik! Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Kabupaten Tuban memiliki cara tersendiri untuk membekali warga binaannya yang hendak bebas dari hukuman. Mereka mengajak warga binaan membuka usaha ternak ayam petelur di lahan milik Perhutani, tepatnya di Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban.

Program asimilasi ini diikuti 11 warga binaan yang masa tahanannya kurang 3-6 bulan. Setelah diberi bekal teori cara beternak, mereka diterjunkan langsung mengurus sebuah peternakan ayam secara tradisional.

“Warga binaan yang dilibatkan khusus narapidana kasus pidana umum,” kata Kasi Binadik Lapas Kelas II B Tuban Pujiono, Kamis (14/10/2021).

Para narapidana tampak merawat ayam di kandang.(Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)
Para narapidana tampak merawat ayam di kandang.(Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Dia mengatakan, harapannya mereka mampu berwirausaha saat kembali ke masyarakat setelah diberi bekal sehingga tidak perlu berbuat kriminal lagi. Namun, dia melanjutkan, program asimilasi ini terancam gulung tikar karena harga telur anjlok, sementara harga pakan melambung tinggi.

Dalam sehari, sekitar 25 kilogram telur mampu dihasilkan. Namun, anjloknya harga telur ke angka Rp 15.500 per kilo, membuat peternakan ayam ini terancam gulung tikar.

“Hasil penjualan telur tak mampu menutupi biaya produksi yang terus meningkat. Seiring mahalnya harga pakan ternak,” terang pria asal Kabupaten Bojonegoro ini.

Untuk menyiasati agar tidak rugi, pengelola menurunkan kualitas pakan dengan mengganti jenis dan merek pakan. Meski mengurangi produktivitas telur, tapi cara ini terpaksa diterapkan agar tetap bisa bertahan.

“Ayam di kandang ini sebanyak 700 ekor dan menghasilkan 20 kilo telur per hari. Kami bisa menyiasati harga telur yang anjlok dengan mengganti pakannya,” tambahnya.

Dua tahun berjalan, peternakan ayam petelur warga binaan Lapas Tuban ini terus berkembang. Menurut dia, keuntungan usaha digunakan untuk pengembangan menambah indukan ayam.

Dia menerangkan, semula hanya ada 15 ekor ayam, kini bertambah menjadi 750 ekor. Tapi, sebanyak 50 ayam sudah diafkir. Namun beberapa bulan terakhir, peternakan hanya bertahan tanpa menghasilkan keuntungan.

  • Bagikan