News  

Hari ke-7 Pencarian, Mahasiswa Asal Pasuruan yang Hilang di Mojokerto Belum Ditemukan

Masa Pencarian Diperpanjang

mahasiswa tugu jatim
Tim Basarnas bersama relawan terus melakukan pencarian Raffi Dimas Baddar (20), mahasiswa asal Desa Pekoren, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, yang hilang di Bukit Krapyak, Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Foto: dok Basarnas Surabaya

MOJOKERTO, Tugujatim.idRaffi Dimas Baddar (20), mahasiswa asal Desa Pekoren, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, yang hilang di Bukit Krapyak, Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, masih belum ditemukan hingga Minggu (18/09/2022).

Basarnas Surabaya berencana memperpanjang pencarian mahasiswa teknik Universitas Wijaya Putra Surabaya itu hingga Senin (19/09/2022) besok.

Kepala Seksi Operator Basarnas Surabaya, Haris Supardi menyatakan bahwa hingga memasuki hari ketujuh, pihaknya belum menemukan tanda-tanda keberadaan Raffi Dimas. “Opsar kita laksanakan sampai hari ketujuh untuk hasil masih belum ditemukan survivornya,” kata Haris.

mahasiswa tugu jatim
Tim Basarnas bersama relawan terus melakukan pencarian Raffi Dimas Baddar (20), mahasiswa asal Desa Pekoren, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, yang hilang di Bukit Krapyak, Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Foto: dok Basarnas Surabaya

Lebih lanjut, Basarnas membagi dua tim SRU untuk melakukan pencarian Raffi Dimas. Di mana tim SRU 1 bertugas melakukan penyusuran di sepanjang jalur aliran air di Bukit Krapyak. Sementara tim SRU 2 akan kembali melakukan penyisiran ulang di sekitar area petilasan Brawijaya. Di mana sebelumnya petugas menemukan video warga yang memperlihatkan sosok pria yang diduga mahasiswa asal Pasuruan di area petilasan Brawijaya.

“Pencarian difokuskan di area LKP (last know position) di sekitar petilasan Brawijaya dan aliran sungai. Planning-nya apabila korban diketemukan maka akan langsung dibawa ke Puskesmas Pacet,” jelasnya.

Sebelumnya, Raffi Dimas dilaporkan hilang di Bukit Krapyak sejak Minggu (11/09/2022) pagi. Dia terpisah dari rombongan 11 orang rekannya sesama mahasiswa saat tengah menjalani kegiatan ektrakurikuler kampus. Dia terakhir kali terlihat seusai salat subuh dan sempat dipanggil-panggil oleh rekannya namun tidak menyahut.