HUT RI ke-75, Tugu Malang Berselimut Bendera Merah Putih Sepanjang 366 Meter

  • Bagikan
Tugu Malang di Kota Malang diselimuti bendera merah putih sepanjang 366 meter jelang HUT Ri ke-75. (Foto: Ulul Azmy)

MALANG – Menjelang HUT RI ke-75, Alun-Alun Tugu Malang berselimut bendera merah putih. Bendera sepanjang 366 meter ini dipasang mengelilingi pagar pembatas alun-alun. Nah, usut punya usut, pemasangan bendera ini dilakukan oleh komunitas Halokes Mbois Malang, Minggu (16/8/2020).

Ketua Alumni Halokes Mbois Malang, Heru Dedi Budiantoro mengatakan gagasan pemasangan bendera ini muncul dan dilakukan sebagai wujud kebangkitan rasa nasionalisme mengenang jasa para pahlawan kemerdekaan.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Kenapa di Alun-Alin Tugu? Karena Alun-Alun Tugu merupakan tetenger yang memiliki nilai historis yang panjang dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

”Selain itu disini kan juga menjadi perlintasan utama warga Kota Malang. Diharapkan ketika mereka lewat bisa ikut menggugah, menumbuhkan semangat nasionalisme,” paparnya.

Rencananya, lanjut dia bendera ini akan terpasang melingkari Tugu Malang hingga 31 Agustus 2020 mendatang. Ia juga berharap peringatan seperti ini juga bisa berlangsung setiap tahunnya.

”Kami serah terimakan kepada Pemkot Malang. Tadi diwakili Pak Wawali (Sofyan Edi Jarwoko). Kami berharap nantinya bisa dipakai setiap tahun menjelang ulang tahun kemerdekaan RI,” harapnya.

Sementara, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko mengaku bangga atas inisiatif warga dalam memupuk rasa kecintaam terhadap tanah air dari Komunitas Halokes Mbois Malang ini. Apalagi, ide seperti ini baru pertama kali ada selama ini.

”Terlebih, dalam peringatan HUT RI kali ini kita dalam kondisi pandemi COVID-19. Sangat penting untuk jadi starting point untuk kembali bangkit menghadapi pandemi ini. Saling support dan bangkit,” ujarnya.

Lebih lanjut, dalam peringatan HUT RI nanti akan berlangsung berbeda dari sebelumnya. Pemkot Malang mengimbau masyarakat tidak mengadakan lomba, karnaval, pawai, pertandingan olahraga, renungan suci, pentas seni hingga tradisi barikan (syukuran).

”Segala rangkaian kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan sebaiknya ditiadakan, termasuk tradisi barikan,” kata Wali Kota Malang, Sutiaji.

Tak hanya itu, penyelenggaraan upacara peringatan HUT ke-75 RI yang dilakukan di Balai Kota Malang juga dilakukan dengan jumlah peserta yang terbatas.

“Serta, tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Mulai penggunaan masker hingga penerapan physical distancing,” ungkapnya.

 

Reporter: Ulul Azmy
Editor: Gigih Mazda

  • Bagikan