Inilah Makna Logo HUT Ke-107 Kota Malang

  • Bagikan
Jelang HUT Kota Malang di balai kota. (Foto: Humas Pemkot Malang/Tugu Jatim)
Jelang HUT Kota Malang di balai kota. (Foto: Humas Pemkot Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Tak lama lagi, tepatnya 1 April 2021, Kota Malang memasuki usia ke-107 tahun. Menyambut hari jadi ini, Pemkot Malang meluncurkan logo baru HUT Kota Malang dengan mengusung tema “Peduli dan Berbagi”.

Namun, mungkin masih belum banyak yang paham makna atau arti dalam logo yang didesain cantik dengan kombinasi beragam warna ini. Nah, apa sih makna dan filosofi logo HUT Kota Malang ke-107 ini.

Logo HUT Bhumi Arema ini berwujud kombinasi angka 107. Menurut keterangan dari Humas Pemkot Malang, logo tersebut dibuat dengan paduan berbagai warna untuk memberi kesan ceria dan meriah. Meski hingga saat ini, Kota Malang masih berjuang untuk lepas dari badai pandemi Covid-19.

Logo HUT Ke-107 Kota Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang/Tugu Jatim)
Logo HUT Ke-107 Kota Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang/Tugu Jatim)

Karena itulah, logonya juga membawa spirit perjuangan itu dalam logo angka 0 yang dibuat menyerupai dua tangan yang saling merangkul melambangkan kepedulian dan saling berbagi kasih sayang di masa pandemi ini.

Lalu, angka 1 dan 7 dibuat seperti melindungi angka 0 yang mengartikan Kota Malang adalah kota ramah dan hangat dengan tipikal masyarakat yang suka berbagi dan peduli sesama.

Plt Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto menjelaskan, tema “Peduli dan Berbagi” sengaja dipilih agar spirit perjuangan Kota Malang dalam penanganan wabah virus Covid-19 tetap menjadi acuan utama warga Arema.

Plt Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto saat menjelaskan makna logo HUT Kota Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang/Tugu Jatim)
Plt Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto saat menjelaskan makna logo HUT Kota Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang/Tugu Jatim)

Pemkot Malang terus konsisten menjalankan fungsi “Bapak” untuk mengingatkan rasa kepedulian antar sesama untuk saling menjaga. Mulai dari penerapan protokol kesehatan (prokes) hingga gerakan 6M.

“Kami masih tetap dalam spirit yang sama berjuang untuk keluar dari pandemi Covid-19. Seperti kita rasakan bersama, dampaknya luar biasa. Ekonomi kita dihantam hingga banyak tenaga kesehatan (nakes) kita berguguran,” terang dia saat dihubungi Tugu Malang, partner Tugu Jatim, Sabtu (20/03/2021).

Dengan meningkatnya rasa kepedulian itu, pria yang akrab disapa Wid ini melanjutkan, diharapkan untuk meningkatkan rasa berbagi dan saling menguatkan. Sebagaimana halnya konsep kolaborasi pentahelix lintas elemen yang selama ini sudah terjalin.

“Semangat Satu Jiwa Arema ini harus kita kuatkan lagi dalam momen hari jadi Kota Malang ke-107 kali ini,” kata pria yang kini menjabat sebagai kepala Diskominfo Kota Malang ini.

Dia menambahkan, dalam HUT Kota Malang ini nanti akan ditandai dengan pelaksanaan vaksinasi dengan sistem pelayanan drive thru.

“Tidak ada kegiatan yang sifatnya hiburan dan kerumunan. Hanya saja nanti upacara formal akan digelar dengan penyesuaian prokes. Beda dengan tahun lalu yang kami nihilkan,” ujarnya. (azm/ln)

  • Bagikan