• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kepala Disnaker Kabupaten Malang Yoyok Wardoyo. (Foto: Rap/Tugu Jatim)

Kepala Disnaker Kabupaten Malang Yoyok Wardoyo. (Foto: Rap/Tugu Jatim)

Kadisnaker Kabupaten Malang: Disnaker Bukan Instansi Penyedia Lapangan Kerja

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Perspesi masyarakat terkait tugas dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang terkadang masih salah mengartikan. Lantaran, ternyata masih banyak yang masyarakat yang menganggap jika disnaker itu adalah instansi penyedia lapangan pekerjaan.

“Disnaker ini konotasinya tidak bisa dilihat mampu menciptakan lapangan pekerjaan maupun mampu mencarikan pekerjaan orang nganggur. Jangan dikonotasikan semua orang kalau mencari pekerjaan ke disnaker,” tegas Kepala Disnaker Kabupaten Malang Yoyok Wardoyo saat dikonfirmasi Rabu (20/01/2021) di kantornya, Jalan Trunojoyo Nomor 3, Dusun Ngadiluwih, Desa Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

You might also like

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

20/07/2026 6:05 PM
Pungli.

Kasus Dugaan Pungli Sewa Lahan Pemkot Surabaya, LPMK Kalijudan Janji Kembalikan Uang Pedagang

20/07/2026 5:18 PM

Yoyok menjelaskan jika bidang-bidang di Disnaker Kabupaten Malang memiliki tupoksinya sendiri-sendiri.

“Karena ada tupoksinya, misalkan di bidang industrial yang tugasnya menjaga hubungan dengan industri tersebut agar tetap dinamis, produktif, dan aman,” jelasnya.

Dia pun menjelaskan secara gamblang. “Artinya, tidak ada gejolak atau tidak ada sengketa atau perselisihan antara pekerja dan pemberi pekerjaan. Ketika orang bekerja aman-aman saja sehingga produktif, kami menjaga keseimbangan itu dengan menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek), sosialisasi, serta mendekatkan diri agar terjalin hubungan yang kuat antara stakeholder,” sambungnya.

Karena itu, bidang industrial ini mengusahakan agar permasalahan antara pekerja dan pemberi pekerjaan bisa terselesaikan secara internal.

“Kalau ada perselisihan bisa diselesaikan dengan bipartit, bukannya tripartit atau melalui pemerintah. Kalau bisa diselesaikan secara intern kan lebih baik,” tuturnya.

Yang kedua, dia menyebutkan, ada bidang penempatan tenaga kerja yang salah satu tugasnya mengirim tenaga kerja migran Indonesia ke luar negeri. Bidang ini memiliki visi untuk mencegah pengiriman pekerja migran Indonesia secara ilegal.

Sedangkan yang ketiga, bidang pelaksanaan pelatihan dan produktivitas. Bidang ini memiliki tugas untuk mempersiapkan pelatihan.

“Di mana visi kami adalah siap mencetak adik-adik yang belum pernah bekerja menjadi siap bekerja, baik untuk softskill maupun hardskill-nya,” bebernya.

“Kalau untuk pelatihannya, kami lakukan berdasarkan target anggaran. Kami maunya ada pelatihan sebanyak-banyaknya, tapi kalau tim anggaran hanya memberikan jatah 10 pelatihan, ya mau bagaimana lagi,” imbuhnya.

Selain itu, Yoyok juga mengatakan terkait pelatihan itu memang tidak selalu bergantung pada penganggaran. “Dan gak bisa ngomong sepuluh pelatihan kalau ngomong inovasi. Kalau ngomong inovasi tidak harus mengandalkan anggaran, caranya dengan menjalin kerja sama dengan perusahaan terkait corporate social responsibility (CSR)-nya. Tentunya program CSR ini dilaporkan kepada bappeda sebagai akomodasi CSR perusahaan,” sambungnya.

Dan yang terakhir, ada bidang transmigrasi, di mana bidang ini memiliki tugas untuk mengirimkan para transmigran dan mempersiapkan pelatihan sebelum mereka diberangkatkan.

“Di bidang transmigrasi ini, tugas kami hanya menjaring animo masyarakat untuk mau bertransmigrasi. Tapi, transmigrasi itu programnya pemerintah pusat. Artinya, kuotanya ditentukan pemerintah pusat,” ujarnya. (rap/ln)

Tags: disnakerDisnaker Kabupaten MalangKabupaten Malanglapangan kerjalapangan pekerjaan
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

by Dwi Linda
20/07/2026 6:05 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Ribuan warga memadati Jalan Cokronegoro di depan Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Senin dini hari (20/07/2026). Mereka...

Pungli.

Kasus Dugaan Pungli Sewa Lahan Pemkot Surabaya, LPMK Kalijudan Janji Kembalikan Uang Pedagang

by Dwi Linda
20/07/2026 5:18 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kelurahan Kalijudan, Surabaya, menggelar pertemuan bersama LPMK Kalijudan dan para pedagang kali lima (PKL) terkait kasus pungutan...

Jembatan Sonokembang.

Jembatan Sonokembang Kota Malang Mulai Dibuka, Truk Tronton Bakal Dilarang Melintas

by Dwi Linda
20/07/2026 5:01 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Jembatan Sonokembang di Kota Malang, Jatim, kini mulai dibuka untuk masyarakat meski proses pembangunannya masih menyisakan tahap...

Rajut

Produk Rajut Ernawati Lolos Kurasi, Masuk Display Gerai Ritel Fashion Asal Jepang, Kini Tembus Pasar Internasional

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:30 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Produk rajut milik Ernawati, pelaku UMKM asal Desa Candipari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, berhasil lolos kurasi Dinas...

Next Post
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang Yoyok Wardoyo. (Foto: Rap/Tugu Jatim)

Dicari, Warga Malang yang Ingin Ubah Nasib di Aceh

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID