Kerja Keras Tenaga Kesehatan Kota Malang Selama Pandemi Patut Diapresiasi

Kerja Keras Tenaga Kesehatan Kota Malang Selama Pandemi Patut Diapresiasi

  • Bagikan
Wali Kota Malang, Drs H Sutiaji, memberikan piagam penghargaan pada tenaga kesehatan.
Wali Kota Malang, Drs H Sutiaji, memberikan piagam penghargaan pada tenaga kesehatan. (Foto: Dokumen)

MALANG, Tugujatim.id – Di Hari Ulang Tahun ke-108 Kota Malang ini, tenaga kesehatan adalah salah satu yang patut diapresiasi. Pasalnya, para tenaga medis telah berjuang dan ikut menjaga warga Kota Malang dalam urusan kesehatan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mengapresiasi semua komponen dalam penanganan COVID-19 dan kesehatan Kota Malang.

“Kami berterima kasih kepada para pahlawan utamanya tenaga kesehatan. Saat ini vaksinasi berjalan lancar dan baik. Masyarakat Kota Malang bersama-sama menjaga diri dari COVID-19, turut membantu kinerja pemerintah,” kata Wali Kota Malang Drs H Sutiaji.

Untuk urusan kesehatan, Sutiaji sudah menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah tenaga medis di Kota Malang. Yaitu Penghargaan Tenaga Kesehatan Berprestasi (Teladan) Provinsi Jawa Timur 2021 dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Para tenaga medis yang menerima anugerah itu di antaranya, dr RA Siti Juhariyah SpP (RSUD Kota Malang), Yoanita Ariestyaningrum Amd ANKes (Puskesmas Polowijen), dan Anita Resky Diningrum Suhardi (Puskesmas Polowijen).

Piagam Apresiasi Staf Khusus Presiden RI atas Sinergitas Percepatan Vaksinasi COVID-19 bagi Penyandang Disabilitas 2021 juga diterima oleh Dinkes Kota Malang. Sutiaji secara simbolis menyerahkan langsung kepada Dinkes Kota Malang.

Tidak hanya urusan COVID-19, Pemkot Malang terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif menyatakan, masih ada 3 dari 12 jenis Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Yaitu pelayanan kesehatan orang terduga tuberculosis (TBC), terinfeksi HIV, dan pelayanan bayi lahir. 3 SPM itu persentase pelaksanaannya masih rendah atau belum memenuhi standar.

Yaitu untuk pelayanan penyakit TBC dan HIV masih di angka 60 persen. Sedangkan penatalaksanaan pelayanan bayi lahir masih di angka 70 persen.

Dr H Sutiaji, Wali Kota Malang, memberikan piagam penghargaan pada dr RA Siti Juhariyah. (Foto: Dokumen)

Sedangkan 9 SPM lainnya di antaranya, pelayanan kesehatan ibu hamil, pelayanan kesehatan ibu bersalin, pelayanan kesehatan balita, pelayanan kesehatan pada usia pendidikan dasar, pelayanan kesehatan pada usia produktif, pelayanan kesehatan pada usia lanjut, pelayanan kesehatan penderita hipertensi, pelayanan kesehatan penderita diabetes mellitus, dan pelayanan kesehatan orang dengan gangguan jiwa berat, rata-rata di atas 90 persen.

Untuk mengoptimalkan jenis SPM itu, Dinkes terus melakukan peningkatan aksesibilitas layanan kesehatan. Seperti rehabilitasi bagungan puskesmas dan rumah sakit.

Di tahun 2021, peningkatan tersebut dilaksanakan untuk Penambahan Gudang di RSUD Kota Malang, rehabilitasi gedung Puskesmas Pembantu di Genting dan Bandung Rejosari. Saat ini, Khusnul menyebut Kota Malang memiliki 16 Puskesmas, 12 Rumah Sakit, 91 Klinik, 1.500 dokter praktik swasta.

“Bidan ada sekitar 700, sama jumlahnya dengan perawat,” imbuh Husnul.

Drs H Sutiaji memberikan piagam penghargaan. (Foto: Dokumen)

Jumlah tenaga kesehatan tersebut menurutnya cukup untuk menunjang pelayanan kesehatan di Kota Malang yang penduduknya berjumlah sekitar 900 ribu. Rasio 1 dokter berbanding 5000 warga menurutnya masih berimbang. Maka kualitas pelayanan di Kota Malang menurutnya cukup terjangkau.

“1 banding 5000 itu kualitasnya cukup imbang,” terangnya.

Sedangkan urusan jaminan kesehatan, data tahun 2021 menampilkan 98,61 persen masyarakat Kota Malang sudah terjamin. Atau sudah mencapai Universal Health Coverage (UHC). Persentase tersebut naik dari tahun sebelumnya yang mencapai 96,22 persen.

“Jadi hampir semua masyarakat terkaver jaminan kesehatan. Ini sangat penting sekali,” tuturnya.

Selain itu, percepatan vaksinasi juga terus digalakkan. Saat ini penerima dosis booster per 28 Maret 2022 baru tercatat 20,27 persen atau sebanyak 132.707 orang. Husnul menyebut, stok vaksin booster memang tidak banyak. Terakhir, pihaknya hanya mendapat jatah 5 ribu dosis melalu Pemprov Jatim.

“Di Puskesmas setiap hari ada vaksin booster, ketersediaannya sekitar 200 dosis. Kalau faskes seperti rumah sakit dan klinik hanya 75 dosis saja. Sekarang kami hanya punya vaksin AstraZeneca dan Moderna sebagai booster,” sambungnya.

Di momen HUT Kota Malang ini, Husnul berharap sinergi dengan masyarakat dalam upaya peningkatan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Upaya mitigasi dari kesadaran masyarakat menurutnya penting dan menjadi pendorong peningkatan kualitas SDM masyarakat.

“Ini juga selaras dengan misi pertama Pemkot Malang untuk menjamin kualitas pendidikan, kesehatan, dan layanan dasar bagi semua warga,” pungkasnya. (Ads)

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

  • Bagikan