Ketua DPRD Lamongan Sebut Banjir adalah Rezeki - Tugujatim.id

Ketua DPRD Lamongan Sebut Banjir adalah Rezeki

  • Bagikan
Suasana aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh ratusan warga Lamongan, Rabu (13/1/2021). (Foto: Agus Setiawan/Tugu Jatim)
Suasana aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh ratusan warga Lamongan, Rabu (13/1/2021). (Foto: Agus Setiawan/Tugu Jatim)

LAMONGAN, Tugujatim.id – Ketua DPRD Lamongan, Abdul Ghofur bisa dibilang mengeluarkan pernyataan yang tak biasa.  Ia menyebut bencana banjir yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Lamongan sebagai rezeki pemberian dari Sang Pencipta.

Ya, hal tersebut diungkapkan oleh Abdul Ghofur saat menemui para demonstran yang tengah berunjuk rasa di depan gedung DPRD Kabupaten Lamongan, dan gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Rabu (13/1/2021) siang.

Sebagai informasi, ratusan warga dan para kader dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Lamongan menggelar aksi demo lantaran kecewa terkait penanganan banjir di Lamongan yang dilakukan oleh pihak eksekutif maupun legislatif pemerintah setempat.

“Ya itu kan rezeki, air kan termasuk rezeki dari Allah. Jadi menurut saya air ini rezeki yang perlu kita syukuri,” ujar Abdul Ghofur yang juga Ketua DPC PKB Lamongan saat menemui ratusan massa dan aksi aliansi mahasiswa, Rabu (13/1/2021).

Untuk diketahui, aksi unjuk rasa tersebut dikoordinasi oleh Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC. PMII) Lamongan. Demonstrasi yang juga dilakukan oleh warga terdampak banjir itu pun berjalan dengan kondusif.

Yoyok Eka Prasetyo, Koordinator Lapangan yang mewakili warga terdampak banjir menyangkan atas pernyataan kontroversi Ketua DPRD Lamongan bahwa banjir adalah rezeki.

“Aksi berjalan kondusif. Namun kami sangat menyangkan sebagai Ketua DPRD Lamongan memberi pernyataan bahwa banjir adalah rezeki, itu ungkapan yang syarat dengan pikiran proyek, di mana mencari rezeki di balik bencana,” ungkap Yoyok saat ditemui Tugu Jatim, Rabu (13/01/2021) siang.

“Seharusnya Abdul Ghofur lebih memperhatikan lagi terhadap akses ekonomi masyarakat yang lumpuh dan lahan pertanian yang terendam banjir,” Tambah Yoyok yang juga mahasiswa UNISDA Lamongan tersebut. (Agus Set/gg)

  • Bagikan