Keutamaan Rayakan Tradisi Lebaran Ketupat usai Idul Fitri 2022 - Tugujatim.id

Keutamaan Rayakan Tradisi Lebaran Ketupat usai Idul Fitri 2022

  • Bagikan
Tradisi Lebaran Ketupat. (Foto: Wikipedia/Tugu Jatim)
Ilustrasi rayakan Lebaran Ketupat. (Foto: Wikipedia)

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Tradisi Lebaran Ketupat memang sudah dilakukan turun temurun bagi sebagian besar masyarakat muslim di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Tradisi ini dilakukan setelah tujuh hari Idul Fitri atau tepatnya pada 8 Syawal.

Sejarah tradisi Lebaran Ketupat kali pertama diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga. Untuk diketahui, Sunan Kalijaga adalah salah satu dari sembilan wali atau wali sanga yang menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa.

Saat itu Sunan Kalijaga memperkenalkan dua istilah bakda kepada masyarakat Jawa. Yaitu, Bakda Lebaran dan Bakda Kupat. Bakda Lebaran dimulai dari prosesi pelaksanaan salat Id satu Syawal hingga tradisi saling kunjungi dan memaafkan sesama muslim. Sementara Bakda Kupat dirayakan seminggu sesudah Lebaran.

Perayaan tradisi Lebaran Ketupat ini dilambangkan sebagai simbol kebersamaan. Sebab, masyarakat akan memasak ketupat dan mengantarkannya kepada sanak kerabat yang juga sebagai simbol kasih sayang.

Tradisi yang juga biasa disebut dengan Syawalan ini diselenggarakan pada hari kedelapan bulan Syawal setelah menyelesaikan puasa Syawal selama 6 hari. Hal ini berdasarkan sunah Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan umat Islam untuk berpuasa sunah 6 hari di bulan Syawal yang dimulai pada hari kedua setelah Lebaran. Sebab, pada hari pertama atau tanggal 1 Syawal umat Islam diharamkan untuk berpuasa.

Puasa Syawal tersebut kemudian akan berakhir pada 7 Syawal sehingga Lebaran Ketupat ini akan dilaksanakan pada tanggal 8 sebagai perayaan selesainya puasa 6 hari di bulan Syawal tersebut.

Puasa 6 hari di bulan Syawal ini merupakan ibadah sunah yang sangat dianjurkan Nabi Muhammad SAW karena keutamaannya yang sangat besar.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

قال صلى اللَّهُ عليه وسلم من صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا من شَوَّالٍ كان كَصِيَامِ الدَّهْرِ رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Artinya: “Barangsiapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan, lalu menyambungnya dengan (puasa) enam hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti dia berpuasa selama satu tahun.” (HR. Muslim)

 

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

  • Bagikan