Kisah Lika-liku Perjalanan Dinas Manajer PLN Area Malang yang Sarat Inovasi nan Misteri - Tugujatim.id

Kisah Lika-liku Perjalanan Dinas Manajer PLN Area Malang yang Sarat Inovasi nan Misteri

  • Bagikan
Dari kiri, penulis sekaligus CEO Tugu Media Group Irham Thoriq, Manager UP3 PLN Malang Krisantus H. Setiawan, dan GM tugumalang.id Fajrus Sidiq, Jumat (12/11/2021). (Foto: Tugu Media Group/Tugu Jatim)
Dari kiri, penulis sekaligus CEO Tugu Media Group Irham Thoriq, Manager UP3 PLN Malang Krisantus H. Setiawan, dan GM tugumalang.id Fajrus Sidiq, Jumat (12/11/2021). (Foto: Tugu Media Group)

Oleh: Irham Thoriq, CEO Tugu Media Group

MALANG, Tugujatim.id – Silaturahim adalah salah satu nilai dari perusahaan kami, yaitu Tugu Media Group. Total ada 7 nilai perusahaan kami. Salah satunya adalah silaturahim. Bertemu dan berkolaborasi dengan banyak orang adalah spirit yang kami pegang. Karena itu, kami bersilaturahim dengan Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Malang Krisantus H. Setiawan pada Jumat (12/11/2021).

Pria ramah dan murah senyum ini baru sekitar satu pekan berdinas di Malang. Sebelumnya, Krisantus bertugas sebagai manajer UP3 PLN Banyuwangi. Ada banyak inovasi dan pelayanan yang dilakukan Krisantus. Salah satunya adalah inovasi penggunaan lampu untuk meningkatkan produksi buah naga (Puting Si Naga).

Bahkan, program inovasi yang digagas UP3 PLN Banyuwangi dan Pemkab Banyuwangi ini menyabet penghargaan TOP 45 Inovasi Pelayanan Publik dari Kemen PAN RB. Prestasi ini diberikan oleh Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani secara virtual pada Selasa (09/11/2021).

“Kami menyampaikan terima kasih pada pemerintah pusat yang telah memberikan apresiasi pada program peningkatan kapasitas produksi buah naga. Terima kasih juga kepada seluruh petani buah naga yang terus berinovasi serta kepada Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi. Tak lupa juga pada PT PLN yang mendukung penuh program ini,” kata Ipuk kepada wartawan, Selasa (09/11/2021), sebagaimana ditulis detik.com.

Krisantus menjelaskan, program inovasi ini merupakan salah satu andalannya ketika bertugas di Banyuwangi.

”Sebagai perusahaan, kita memang dituntut untuk senantiasa berinovasi dan memberi pelayanan terbaik kepada pelanggan,” kata Krisantus.

Di Malang Raya, dia belum mengetahui inovasi apa yang akan dia lakukan. Tapi, yang jelas, dia ingin memberi hal lebih di setiap tempat di mana ditugaskan.

”Yang jelas kami akan berkolaborasi terus, baik dengan pemerintah daerah hingga stakeholder lain,’’ imbuhnya.

Bahkan, dia menantang kami untuk tidak segan-segan melaporkan ketika ada fakta menarik di lapangan.

’’Misal ada kampung belum teraliri listrik, nanti langsung kami tangani,’’ kata bapak dua anak ini.

Krisantus yang lahir di Sorong, Papua Barat, ini selalu yakin bahwa setiap dia ditugaskan, ada rencana lain yang Tuhan siapkan. Dia mencontohkan di Banyuwangi, selain inovasi, dia banyak melakukan hal yang tidak mudah dilakukan. Seperti menyalurkan listrik dengan area yang cukup terjal seperti adanya alas purwo di Banyuwangi.

Dia lantas menceritakan saat gempa besar yang menggunjang Nias, Sumatera Barat, pada 2016, kebetulan saat kejadian, dia bertugas di tempat tersebut.

”Jadi, Tuhan bermaksud agar saya bisa berkontribusi setelah kejadian ini, khususnya di bidang kelistrikan,” katanya.

Selain itu, dia pernah juga bertugas di Pematangsiantar, Sumatera Barat.

”Di tempat ini juga begitu, ada permasalahan selama dua tahun tidak bisa selesai-selesai. Dan ketika kami urai bersama tim, akhirnya bisa selesai,’’ kata pria berusia 48 tahun ini.

Dari semua kejadian itu, Krisantus mempunyai kesimpulan bahwa setiap kejadian selalu ada hikmahnya.

”Dan saya yakin, ketika saya ditugaskan di Malang Raya ini, pasti ada tujuan lain oleh Tuhan yang itu tidak kita tahu, ini misteri,” katanya.

Menurut dia, pihaknya berusaha memberikan yang terbaik ketika diberikan amanah saat ditugaskan di mana pun.

”Karena itu, kita wajib memberikan yang terbaik setiap diberikan amanah dan ditugasi di mana pun berada,” katanya.

Tak terasa, saat itu obrolan kami hampir berjalan satu jam lebih. Karena harus menunaikan salat Jumat, kami izin pamit. Kepada Krisantus, kami belajar banyak hal.

 

  • Bagikan