Letjen TNI Doni Monardo dan Prof Deddy Mulyana Beri Kata Pengantar di Dua Buku Trilogi The Power of Silaturahim

  • Bagikan
Buku Trilogi The Power of Silaturahim. (Foto: Dokumen)
Buku Trilogi The Power of Silaturahim. (Foto: Dokumen)

Tugujatim.id – Sambil mengerjakan dua buku Trilogi The Power of Silaturahim yang berjudul Humanisme Silaturahim Menembus Batas: Kisah Inspiratif Persahabatan Aqua Dwipayana-Ventje Suardana (Satu Kesamaan Yang Mampu Mengatasi Sejuta Perbedaan) serta Berkarya dan Peduli Sosial Gaya Generasi Milenial: Kisah Inspiratif Dua Bersaudara Alira-Savero Dwipayana Bergiat untuk Sesama, saya dan editor kedua buku itu Nurcholis MA Basyari mendiskusikan tokoh yang akan menulis Kata Pengantar di dua buku tersebut. Ada beberapa nama sebagai alternatifnya.

Setelah melihat dari semua aspek secara komprehensif, kami sepakat memutuskan Kata Pengantarnya dari dua tokoh. Mereka adalah Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)/Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo serta Guru Besar dan Dekan ke-9 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Fikom Unpad) Jatinangor, Sumedang Prof Deddy Mulyana.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Kami sepakati Doni memberikan Kata Pengantar di kedua buku yang berjudul Humanisme Silaturahim Menembus Batas: Kisah Inspiratif Persahabatan Aqua Dwipayana-Ventje Suardana (Satu Kesamaan Yang Mampu Mengatasi Sejuta Perbedaan) serta Berkarya dan Peduli Sosial Gaya Generasi Milenial: Kisah Inspiratif Dua Bersaudara Alira-Savero Dwipayana Bergiat untuk Sesama.

Sementara Deddy Kata Pengantarnya di buku Humanisme Silaturahim Menembus Batas: Kisah Inspiratif Persahabatan Aqua Dwipayana-Ventje Suardana (Satu Kesamaan Yang Mampu Mengatasi Sejuta Perbedaan).

Kami tahu bahwa selama pandemi Covid-19 – sejak 13 Maret 2020 – saat mulai mendapat amanah dari Presiden Jokowi sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sampai sekarang jadwal Doni padat sekali. Tiga bulan pertama tidur di kantor dan tidak pernah pulang. Setelah itu aktivitas serupa dilaksanakan sejak Minggu sampai Jumat rutin setiap minggunya.

Saya kemudian silaturahim ke Doni di kantornya di Graha BNPB Jakarta Timur. Saat ngobrol berdua sambil makan malam, saya menyampaikan rencana menulis dua buku. Juga saya infokan secara garis besar tentang isi kedua buku tersebut.

Begitu mendengar rencana tersebut, Doni langsung menyatakan dukungannya karena menilai isi kedua buku itu bermanfaat untuk banyak orang terutama pembacanya. Tidak hanya sekedar mendukung, Doni juga menegaskan kesediaannya menuliskan Kata Pengantar.

Saya sangat bersyukur dan senang sekali atas kesediaan Doni menuliskan Kata Pengantar. Tulisan Doni menambah kualitas kedua buku tersebut.

Konsistensi Aqua Menjalin Silaturahim dengan Semua Orang

Dalam Kata Pengantar berjudul Piawai Menebar Jejaring Silaturahim Berbasis Kemanusiaan di buku Humanisme Silaturahim Menembus Batas: Kisah Inspiratif Persahabatan Aqua Dwipayana-Ventje Suardana (Satu Kesamaan Yang Mampu Mengatasi Sejuta Perbedaan) Doni antara lain menulis sebagai berikut.

Sebagai pakar komunikasi dan motivator, kiprah Aqua tidak hanya pada tataran verbal. Lebih dari itu, Aqua mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu ciri yang menonjol ialah konsistensinya menjalin silaturahim dengan siapa saja tanpa memandang latar belakang suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Pijakannnya sosial kemanusiaan dengan prinsip kesetaraan tanpa membeda-bedakan status sosial-ekonomi (SSE).

Aqua menjalin persahabatan dan berkawan akrab dengan siapa pun sekalipun berbeda SSE. Termasuk, persahabatan antara Aqua dan Venje Suardana, pengusaha properti yang juga direktur utama PT Duta Anggada Realty. Meskipun banyak perbedaan, Aqua dan Ventje dapat bersatu padu sebagai sahabat dan saudara yang saling asah, asih, dan asuh, saling menguatkan, mengisi, dan menolong.

Aqua juga mendedikasikan dirinya untuk roadshow memberikan pembekalan kepada ribuan anggota TNI-Polri di seluruh Indonesia dalam format kegiatan yang bertajuk Sharing Komunikasi dan Motivasi. Khususnya untuk lingkungan TNI-Polri, Aqua tidak mau dibayar. Padahal, sebagai pembicara profesional, Dr Aqua Dwipayana, M.I.Kom tarifnya konon sangat mahal dan bayar di muka.

Sedangkan di Kata Pengantarnya yang berjudul Alira dan Ero Generasi Milenial di buku Berkarya dan Peduli Sosial Gaya Generasi Milenial: Kisah Inspiratif Dua Bersaudara Alira-Savero Dwipayana Bergiat untuk Sesama Doni antara lain menulis.

Semangat dan kiprah kakak-beradik Alira Vania Putri Dwipayana dan Savero “Ero” Karamiveta Dwipayana perlu diapresiasi. Di usia belia, keduanya menginspirasi hidup kaum muda pada era internet of everything saat ini. Mereka adalah putri-putra sahabat saya Aqua Dwipayana, pakar komunikasi dan motivator nasional.

Si sulung Alira gigih meraih cita-citanya kuliah di luar negeri. Belum genap setahun kuliah di Jurusan Hubungan Internasional Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM), alumni SMA Regina Pacis Bogor, Jawa Barat, itu mampu membuktikan dirinya dapat bersaing hingga terpilih sebagai penerima beasiswa penuh tanpa ikatan dari pemerintah Korea Selatan (Korsel). Jadilah Alira pindah kuliah Fakultas Bisnis Korea University, Seoul, Korsel.

Adapun kiprah adiknya, yakni Ero saat baru mau masuk SMA Regina Pacis Bogor sudah keliling Indonesia. Ero yang ketika itu berusia 14 tahun mengajak Farizan Hilman Razie (19 tahun) untuk berkeliling Indonesia mengisi liburan selama 1,5 bulan.

Perjalanan mereka ke-34 provinsi itu dimulai dari kilometer nol di Sabang, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam pada Senin petang, 19 Mei 2014. Ero sebenarnya mengajak juga anak bungsu kami, Adelwin Azel Monardo (11 tahun). Namun, Azel yang ketika itu duduk di kelas 6 SD baru dapat bergabung mulai Rabu, 25 Juni 2014, ketika Ero-Hilman sampai Solo, Jawa Tengah. Sejak dari Solo, Azel mengikuti perjalanan keliling Ero-Hilman hingga ke destinasi terakhir, yakni Merauke, Papua, dan kembali ke Jakarta.

Komunikasi Aqua Dibalut Spirit Humanisme Religius

Saya juga menghubungi Deddy yang menjadi promotor utama saat saya kuliah S3 di Fikom Unpad. Kepada bapak dua anak itu saya sampaikan permohonan untuk memberikan Kata Pengantar di buku yang akan saya terbitkan. Alhamdulillah Deddy berkenan.

Sebelumnya profesor yang sering menguji mahasiswa pascasarjana di berbagai negara itu telah tiga kali memberikan Kata Pengantar di buku saya. Semua tulisan Deddy membuat buku saya lebih berkualitas.

Ketiga buku itu adalah Komunikasi Jari Tangan Jilid 1 dan 2 serta buku super best seller The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi.

Pada Kata Pengantarnya yang berjudul Silaturahim, Humanisme, dan Komunikasi Lintas Budaya di buku berjudul Humanisme Silaturahim Menembus Batas: Kisah Inspiratif Persahabatan Aqua Dwipayana-Ventje Suardana (Satu Kesamaan Yang Mampu Mengatasi Sejuta Perbedaan) Deddy antara lain menulis.

Kebiasaan silaturahimnya yang selalu Aqua rawat dan dia klaim sebagai kunci suksesnya menjalin komunikasi itu tentu tidak lepas dari humanisme spiritualnya. Si­laturahim dan komunikasi yang mengorangkan (Jawa: nguwongke) manusia, yang tidak tebang pilih berdasarkan perbedaan latar belakang suku agam, ras, dan antargolongan (SARA), dan yang memandang orang lain sebagai mitra bicara yang sejajar. Secara teoretis, pola komunikasi semacam itu tentu akan membuat kedua belah pihak merasa nyaman sehingga suasana cair dan komunikasi berjalan lancar dengan asumsi bahwa orang lain bukan objek semata, melainkan sebagai subjek bebas yang patut dihargai.

Saya mencermati Aqua tidak canggung atau bahasa populernya “jaim” (jaga imej) dalam bersilaturahim dan berkomunikasi dengan masyarakat kalangan bawah atau rakyat biasa. Pun demikian dia tidak risih atau pakewuh bersilaturahim dan berkomunikasi dengan para petinggi pemerintahan, termasuk bupati/wali kota, gubernur, atau menteri sekalipun. Sikap dan perilaku komunikasinya, baik bahasa tubuh, gaya, dan nada bicaranya maupun  sopan-santunnya sama terjaganya, baik ketika berbicara dengan tukang sapu, pembantu, office boy, prajurit maupun dengan pejabat, pemimpin perusahaan, atau jenderal.

Komunikasi yang dibalut spirit humanisme religius itu yang tampaknya membuat Aqua dalam bersilaturahim dan berkomunikasi memposisikan diri sejajar dengan lainnya dan menyadari bahwa dia dan orang lain itu pada hakikatnya sama­-sama makhluk sosial ciptaan Tuhan yang sama. Sebagai makhluk sosial, manusia akan merasa bahwa eksistensinya selalu membutuhkan orang lain untuk menjalin persahabatan, menebarkan sikap tolong-menolong, peduli, dan tolerans yakni perhatian dan sikap kepedulian terhadap sesama manusia. Dia bukan hanya mampu berempati melainkan juga menunjukkan aksi simpatik nyata menolong orang lain di sekitarnya yang sedang susah atau menghadapi persoalan. Dia berupaya agar keberadaannya membawa manfaat bagi orang banyak atau lingkungannya, sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW, “Khairunnas anfa’uhum linnas” (Sebaik­-baik manusia adalah yang memberi manfaat ke­pada orang lain).

Testimoni Para Tokoh Mulai TNI, Polri, Hingga Sipil

Selain Kata Pengantar dari Doni dan Deddy, di buku Humanisme Silaturahim Menembus Batas: Kisah Inspiratif Persahabatan Aqua Dwipayana-Ventje Suardana (Satu Kesamaan Yang Mampu Mengatasi Sejuta Perbedaan) juga ada testimoni dari para tokoh. Mereka adalah Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman, Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia Mayjen TNI Purn Wisnu Bawa Tenaya, mantan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Purn Kurnia Dewantara.

Juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar, Wakil Sekjen Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Dr H Nadjamuddin Ramly, Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas Tri Agung Kristanto, Pemimpin Redaksi kumparan.com.

Selain itu pensiunan Chevron dan pelukis Elthaf, Rektor Universitas Andalas Padang (2011-2015) dan Komisaris Semen Padang (2018-sekarang) Prof Werry Darta Taifur, tokoh ulama Minangkabau Buya H Masoed Abidin, dan Rektor Universitas Andalas Padang periode 2019-2023 Prof Yuliandri.

Kedua buku Trilogi The Power of Silaturahim yang berjudul Humanisme Silaturahim Menembus Batas: Kisah Inspiratif Persahabatan Aqua Dwipayana-Ventje Suardana (Satu Kesamaan Yang Mampu Mengatasi Sejuta Perbedaan) serta Berkarya dan Peduli Sosial Gaya Generasi Milenial: Kisah Inspiratif Dua Bersaudara Alira-Savero Dwipayana Bergiat untuk Sesama melengkapi buku sebelumnya The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi. Alhamdulillah… (BERSAMBUNG)

>>Dari Bogor saya ucapkan selama pandemi Covid-19 selamat mengembangkan kreativitas dan inovasi agar tetap bertahan. Salam hormat buat keluarga. 17.30 02012021😃<<<

Dr Aqua Dwipayana
Dr Aqua Dwipayana. Konsultan Komunikasi dan Motivator nasional. (Foto: Dokumen)

Belum Dicetak Sebanyak 40 Ribu Eksemplar, Adhi Karya Pesan Hampir Seribu Eksemplar

  • Bagikan