Lewat Lecture Coaching Movement, Paragon Berkontribusi Tingkatkan Kualitas Para Dosen - Tugujatim.id

Lewat Lecture Coaching Movement, Paragon Berkontribusi Tingkatkan Kualitas Para Dosen

  • Bagikan
Kegiatan Lecture Coaching Movement (LCM) Nasional Tahun 2021 untuk meningkatkan kualitas para dosen. (Foto: Feni Yusnia/Tugu Jatim)
Kegiatan Lecture Coaching Movement (LCM) Nasional Tahun 2021 untuk meningkatkan kualitas para dosen. (Foto: Feni Yusnia/Tugu Jatim)

Tugujatim.id – Guna meningkatkan kualitas bidang pendidikan, PT Paragon Technology and Innovation (PT PTI) berkontribusi melalui Lecture Coaching Movement (LCM) Nasional Tahun 2021 bertajuk “Becoming Meaningful and High Performance Educators” yang digelar secara daring pada Sabtu (01/05/2021).

Turut membuka acara, Chief Executive Officer (CEO) PT Paragon Technology and Innovation Salman Subakat. Salman menuturkan, kegiatan ini untuk menyasar para dosen sebagai tenaga pendidik di perguruan tinggi agar dapat memaksimalkan perannya sebagai seorang coach sehingga dapat melahirkan lulusan yang inovatif dan berdampak positif pada masyarakat.

Hal tersebut seiring dengan tantangan dunia pendidikan yang mengharuskan dosen tidak hanya berperan sebagai tenaga pendidik, tapi juga sebagai navigator, penentu arah karir dan masa depan para generasi penerus bangsa.

CEO Paragon Salman Subakat saat memberikan materi di acara Lecture Coaching Movement (LCM) Nasional Tahun 2021. (Foto: Feni Yusnia/Tugu Jatim)
CEO Paragon Salman Subakat saat memberikan materi di acara Lecture Coaching Movement (LCM) Nasional Tahun 2021. (Foto: Feni Yusnia/Tugu Jatim)

Coaching, Salman melanjutkan, bukan hanya sekadar serangkaian tindakan dan kata-kata. Lebih dari itu, saat keduanya didesain dengan baik pada akhirnya akan berkesan menjadi ingatan yang begitu mendalam dan pemantik untuk menggerakkan suatu hal yang lebih besar.

“Karena coaching adalah menggerakkan hati, membuka pikiran yang sebelumnya berempati dulu dengan audiensnya yang diwujudkan dalam pikiran, niat dan menstimulus pemikiran dengan kata-kata, kami posisinya sebagai pendidik yang esensinya adalah nilai-nilai kepemimpinan,” ujarnya.

Pun acara ini, Salman melanjutkan, hanya satu dari banyaknya acara yang diikuti. Ibarat meski waktu mengajar para dosen hanya satu hari, tapi bisa menjadi titik balik sebuah perubahan bagi seorang mahasiswa.

Untuk itu, dia memotivasi ratusan dosen dari berbagai perguruan tinggi yang turut hadir sebagai peserta untuk tetap optimistis dalam belajar dan berbagi sehingga dapat menjalankan tugas dan perannya yang mulia dengan lebih baik.

“Jangan ragu bahwa kebersamaan kami bisa mengubah dunia. Karena perjalanan masih panjang, para pendidik dari masa ke masa harus bisa berkolaborasi membangun pendidikan. Kami dedikasikan untuk generasi penerus,” ujarnya.

Para peserta Lecture Coaching Movement (LCM) Nasional Tahun 2021. (Foto: Feni Yusnia/Tugu Jatim)
Para peserta Lecture Coaching Movement (LCM) Nasional Tahun 2021. (Foto: Feni Yusnia/Tugu Jatim)

Untuk diketahui, kegiatan ini merupakan rangkaian dari LCM 2021 yang telah dilakukan sejak Februari hingga April 2021. Diikuti 2.061 dosen dari 547 perguruan tinggi di seluruh Indonesia, juga menjadi persembahan PT Paragon Technology and Innovation untuk memperingati Hari Pendidikan yang jatuh pada 2 Mei 2021.

Berbagai narasumber ternama juga dihadirkan untuk mengisi program webinar nasional ini. Di antaranya, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Prof Ir Nizam hingga Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Panut Mulyono.

Salah satu peserta dosen asal Institut Pertanian Bogor (IPB) Dra Alfa Chasanah mengaku sangat bangga bisa menjadi bagian dalam program pelatihan coaching kali ini.

Selain menambah pemahaman yang lebih luas akan coaching, juga sebagai evaluasi diri terkait proses belajar mengajar yang telah dilakukannya untuk menjadi lebih baik dan efektif.

“Dengan begitu, banyak hal yang bisa saya diterapkan dalam belajar mengajar membuat kami jadi pengajar yang lebih baik saat ini. Kami bisa tahu pendekatan-pendekatan apa yang bisa dilakukan agar pembelajaran dan apa yang sudah disampaikan bisa terus diingat,” ujarnya.

  • Bagikan