News  

Liburan Produktif Ala Mahasiswa IPB, Ikuti Pelatihan Analisis Social Return on Investment 

Rico Juni Artanto, founder Pondok Inspirasi, memberikan materi SROI.
Rico Juni Artanto, founder Pondok Inspirasi, memberikan materi SROI. (Foto: Dokumen Penulis)

Tugujatim.idMahasiswa IPB University yang tergabung pada asrama Pondok Inspirasi, Rumah Visioner, dan BEM KM IPB dari Biro Riset dan Pengembangan, mengisi waktu libur semester dengan mengikuti pelatihan Social Return on Investment (SROI) yang dilaksanakan oleh Ruber Academy berkolaborasi dengan Pondok Inspirasi (16/7/2022).

Pada pelatihan tersebut juga hadir perwakilan dari cleansheet yang merupakan start up milik salah satu Alumni IPB.
Pelatihan SROI yang dilaksanakan bertujuan untuk mengukur efektivitas program sosial yang dilaksanakan oleh organisasi maupun yayasan. Pada pelatihan tersebut, terdapat dua pemateri yang merupakan praktisi SROI.

Pemateri pertama yaitu Rico Juni Artanto selaku Coach and Consultant PT Paragon Technology and Innovation serta Praktisi SROI. Ia menjelaskan tentang bagaimana peran SROI dalam mengukur dampak sosial dari program yang dilaksanakan.

“Efektivitas program sosial yang diukur menggunakan SROI digunakan untuk proses pemberdayaan program jangka panjang,” jelas Rico.

Selain itu, Rico juga menjelaskan tentang Theory of Change sebagai indikator dalam analisis SROI.

“Theory of Change tidak hanya memikirkan jangka pendek tetapi juga dampak jangka panjang. Jadi ini akan tepat dalam menganalisis SROI karena yang dihitung adalah outcome dan impact,” jelasnya.

Pemateri kedua pada pelatihan itu adalah Muhammad Solehudin. Ia merupakan praktisi SROI sekaligus sebagai Senior Staff of Communication and Network Development pada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Solehudin menjelaskan tentang prinsip serta tahapan SROI.

“Analisis SROI melihat apa yang berubah, melibatkan pemangku kepentingan, memberi nilai pada suatu dampak, tidak berlebihan dalam klaim dampak, serta mengikutsertakan dampak materiil,” jelas Soleh.

Soleh juga menjelaskan bahwa penting untuk menetapkan ruang lingkup dan mengidentifikasi pemangku kepentingan kunci dalam pelaksanaan program. Kejadian terkait outcome juga harus dikumpulkan dan memberikan nilai.

“Semua informasi tersebut harus sesuai dengan data dan fakta yang ada. Oleh karena itu penting untuk dilakukan teknik pengumpulan data yang baik,” tambahnya.

Setelah sesi materi selesai, seluruh peserta dibagi kelompok untuk langsung melakukan analisis SROI dari program jangka panjang organisasi yang mereka ikuti. Di akhir kegiatan, mereka diharuskan untuk presentasi dari hasil analisis yang dibuat.

“Pelatihan mulai dari pemberian materi, melakukan analisis, hingga presentasi sangat membuka wawasan baru terkait kaji dampak program yang dilaksanakan. Terlebih, materi mengenai bagaimana program sosial dapat diukur dari dampak baiknya jika diuangkan, benar-benar menjadi hal baru yang harus diterapkan dalam mengevaluasi program kerja organisasi kedepan,” ujar Afif, salah satu peserta pelatihan.

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim