• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Penemuan situs candi. (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)

Situs candi berisi batuan berukir dan arca yang ditemukan warga di Dusun Candi, Desa Sukoreno, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)

Bukan Tempat Sembarangan, Lokasi Penemuan Situs Candi di Prigen Pasuruan Dikenal sebagai Punden Keramat

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

PASURUAN, Tugujatim.id – Terkuak fakta, lokasi penemuan situs candi di Dusun Candi, Desa Sukoreno, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, ternyata bukan tempat sembarangan. Situs candi dengan panjang 5,6 meter dan lebar 1 meter ini terkubur di areal pemakaman umum yang dianggap warga sebagai lokasi keramat.

Menurut Muhammad Iksan, 40, warga sekitar, sebelum penemuan situs candi, tempat tersebut dikenal warga sebagai punden. Punden sendiri merupakan tempat makam orang yang dianggap sebagai cikal bakal masyarakat desa.

You might also like

Tradisi Ngarak Banteng.

22 Juni 2026, Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Ramaikan Songgoriti Kota Batu

15/06/2026 4:31 PM
Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari.

15 Armada Siap Mengaspal, Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari Beroperasi Oktober 2026

15/06/2026 3:43 PM

“Di sini terkenalnya sebagai punden desa atau tempat sakral desa,” ujar Iksan pada Selasa (01/10/2022).

Penemuan situs candi. (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)
Warga saat menunjukkan arca dan batuan berukir yang disimpan di makam Mbah Sayyid Musthofa. (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)

Tepat di sebelah penemuan situs candi ada makam sesepuh desa. Iksan menjelaskan, dulunya makam itu disebut warga sebagai makam Mbah Dadung Mangku Alang. Namun, saat ini warga desa mengenalnya dengan nama makam Mbah Sayyid Musthofa.

Selain itu, sebelum ditemukan situs bangunan candi, sebelumnya memang sudah ada beberapa batu kuno yang berukir.

“Itu ada beberapa batu besar kuno sudah ada di sana sejak dulu, tapi sama warga dibiarkan saja, nggak kepikiran kalau ada candi di bawahnya,” ungkapnya.

Penemuan situs candi. (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)
Batuan berukir yang disimpan di makam Mbah Sayyid Musthofa. (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)

Hal senada juga disampaikan Ramin, 50, warga lain, mengatakan, karena dianggap sebagai punden dan tempat keramat, area tersebut biasa digunakan sebagai pusat berkumpulnya warga. Terutama saat mengadakan selamatan desa setiap dua tahun sekali. Karena itu, dia bersama warga ingin memperbaiki tempat tersebut dengan melakukan kerja bakti pada Minggu (30/10/2022).

“Ini sudah dicor pinggir-pinggirnya, tinggal diratakan saja sebenarnya, tapi kok nemu ada batu yang mencungul (keluar) dari tanah,” jelas Ramin.

Setelah digali, ditemukan bangunan batuan yang tertata rapi yang kini dipastikan BPCB Jatim sebagai situs candi. Selain batu-batuan berukir, warga juga menemukan tiga buah arca, sebagian berbentuk kepala dan dada.

Situs candi tersebut kini masih dalam penelitian tim arkeolog BPCB Jatim untuk diketahui pasti umur dan asal peninggalannya. Dugaan sementara dari tim arkeolog, situs candi tersebut bisa jadi berasal dari Kerajaan Majapahit atau Kerajaan Singhasari.

“Sekarang batuan sama arcanya disimpan di dalam bangunan makam Mbah Sayyid Musthofa,” ujarnya.

Tags: Arkeolog BPCB JatimBalai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa TimurBerita Kabupaten Pasuruan hari iniBPCB JatimBPCB Jawa TimurKabupaten Pasuruan hari iniLokasi penemuan situs candi di Prigen PasuruanPenemuan situs candiPenemuan situs candi di Prigen PasuruanSitus CandiSitus candi dan arca
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Tradisi Ngarak Banteng.

22 Juni 2026, Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Ramaikan Songgoriti Kota Batu

by Dwi Linda
15/06/2026 4:31 PM
0

BATU, Tugujatim.id - Kota Batu terkenal dengan destinasi wisata pegunungan dengan panorama alam yang memikat. Memasuki bulan Suro dalam penanggalan...

Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari.

15 Armada Siap Mengaspal, Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari Beroperasi Oktober 2026

by Dwi Linda
15/06/2026 3:43 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Kabar baik bagi masyarakat Malang Raya, khususnya pengguna transportasi umum. Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah mempersiapkan penambahan...

Tuban

Pria Paruh Baya di Tuban Ditemukan Bersimbah Darah, Polisi Buru Pelaku Penganiayaan

by Mochamad Abdurrochim
15/06/2026 12:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Seorang pria paruh baya di Kabupaten Tuban ditemukan tergeletak di tanah dengan kondisi bersimbah darah usai diduga...

Cuaca di Jawa Timur

Kabut, Hujan Ringan, dan Dominasi Cerah Warnai Cuaca di Jawa Timur Senin 15 Juni 2026.

by Mochamad Abdurrochim
15/06/2026 9:40 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Senin (15/06/2026) menunjukkan variasi kondisi yang cukup kontras, mulai dari kabut, udara kabur,...

Next Post
Uang petani Tuban. (Foto: dok. Polsek Grabagan/Tugu Jatim)

Niat Beli Pupuk dan Sapi Pinjam Rp33,7 Juta di Bank, Uang Petani Tuban di Jok Motor Raib Diduga Digondol Maling 

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID