Menengok Kafe Berkonsep ala Penjara di Lapas Lowokwaru Malang

  • Bagikan
Tampilan depan Jagongan Jail (JJ) Café & Barbershop, Malang. (Foto: Dokumen)

MALANG – Penasaran dengan santapan ala ‘Hotel Prodeo’ di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Lowokwaru di Kota Malang? Atau ingin tahu bagaimana rasanya makan dilayani oleh para napi? Kedai kopi kekinian bernama Jagongan Jail (JJ) Café & Barbershop di Jalan Asahan No. 6 Kota Malang ini mungkin patut dicoba.

Tak hanya mengusung konsep ala penjara dan merupakan representasi dari kehidupan warga binaan. Bagaimana tidak, kafe serta tempat cukur rambut yang mengusung desain pedesaan tersebut  benar-benar berada di area Lapas Lowokwaru.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Tujuan kafe dan tempat cukur rambut tersebut dibangun adalah untuk membekali para warga binaan dengan soft skill. Terutama kemampuan tentang pelayanan dan penyajian kepada pelanggan.

Sedangkan menu yang tersedia juga olahan menu-menu khas ‘hotel prodeo’. Seperti nasi lemak penjara, nasi goreng bondet, mie goreng 362 (pencurian), mie goreng 363 (curat), hingga mie kuah pembunuhan.

Yang lebih khas lagi, penomoran pada meja pelanggan juga menggunakan istilah sel di dalam penjara. Yakni blok. Misalnya meja 12, maka ditulis blok 12, dan lainnya. Jadi jangan heran ketika ke sana. Para koki, pramusaji, barista, hingga hair stylist, semuanya adalah para napi. Tak ada penampilan seram apalagi menakutkan. Semua tampil rapi seperti pramusaji di kafe-kafe pada umumnya.

“Jagongan Jail ini kami buka Juli lalu. Tujuannya, sebagai tempat pembekalan para napidana dalam bekerja dan membangun usaha,” ungkap Kalapas Lowokwaru, Malang, Agung Krisna dalam rilis yang diterima tugujatim.id Rabu (5/8/2020).

Ia menjelaskan, bahwa hal tersebut dimaksudkan agar para napi bisa tetap produktif walaupun terkungkung tingginya tembok tahanan serta ketatnya penjagaan.

“Stigma napi yang hanya makan tidur serta cangkrukan di penjara tidaklah benar. Kami melakukan pembinaan, hasilnya bisa dilihat di Jagongan Jail ini,” beber Agung.

Selain menyajikan makanan ala penjara, menurut Agung, Jagongan Jail memiliki sajian spesial plus istimewa. Yaitu menu khas berbahan dasar jamur tiram putih. Menjadi spesial, sebab jamur tersebut dibudidayakan di dalam lapas. Begitu pula dengan kopi yang berlabel L’SIMA. Kopi ini diproduksi di dalam lapas dari hasil panen pembudidayaan terbuka di Ngajum, Kabupaten Malang.

Tak hanya kopi, pengunjung juga disuguhi lukisan karya para warga binaan. (Foto: Dokumen)

“Ada galeri seni lukis pula di Jagongan Jail. Lukisan-lukisan itu hasil karya para napi,” terangnya.

Yang suka dengan  tembang-tembang lawas atau kekinian, setiap malam Minggu, grup band binaan lapas bakal menghibur para tamu. Ada Makaryo-Man atau sekarang lebih dikenal dengan Sisilian Band dengan para personel para napi tentunya. Dijamin, weekend kalian tetap seru.

Tak hanya itu, dalam rangka menyemarakkan HUT ke-75 RI tahun ini, digelar lomba photo contest sampai 15 Agustus nanti.  Informasi lengkap bisa dilihat di Instagram @jagongan.jail.

Editor: Gigih Mazda

  • Bagikan