Nurhayati Subakat, Pendiri PT Paragon Technology and Innovation yang Masuk 50 Wanita Berpengaruh Versi "Forbes 50 over 50 Asia" 2022 - Tugujatim.id

Nurhayati Subakat, Pendiri PT Paragon Technology and Innovation yang Masuk 50 Wanita Berpengaruh Versi “Forbes 50 over 50 Asia” 2022

  • Bagikan
Nurhayati Subakat. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Nurhayati Subakat, pengusaha kosmetik asal Indonesia sekaligus pendiri PT Paragon Technology and Innovation yang menjadi salah satu wanita berpengaruh dalam daftar Forbes 50 over Asia 2022.(Foto: Dokumen)

Tugujatim.id – Nurhayati Subakat merupakan seorang pengusaha kosmetik asal Indonesia. Pendiri PT Paragon Technology and Innovation ini menjadi salah satu wanita berpengaruh yang masuk ke daftar Forbes 50 over Asia 2022.

Kali ini, Forbes menetapkan 50 tokoh pendiri, pemimpin bisnis dan politik, ilmuwan, serta pelopor yang memimpin di seluruh kawasan Asia.

Sebelumnya, Nurhayati Subakat juga masuk dalam deretan 100 tokoh wanita paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia. Pada 2018, ibu tiga anak itu masuk dalam daftar 25 Pebisnis Wanita yang memiliki dampak besar di dunia bisnis Asia versi Majalah Forbes.

Nurhayati Subakat. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Founder PT Paragon Technology and Innovation Nurhayati Subakat (kiri atas), Direktur Pelaksana GWPP Nurcholis MA Basyari (kanan atas), dan CEO Paragon Salman Subakat dalam acara Fellowship Jurnalisme Pendidikan secara virtual. (Foto: Dokumen)

Wanita asal Minangkabau ini memulai karirnya sebagai apoteker di Rumah Sakit Umum Padang. Kemudian dia pindah ke Jakarta dan bekerja di perusahaan kosmetik Wella sebagai staf quality control. Dari sinilah dia mencoba berinisiatif untuk berbisnis sendiri. Pada 1985 silam, bersama suaminya, Subakat Hadi, dia memulai usahanya dari industri rumahan dengan memproduksi sampo bermerek Putri.

Bangkit dari Bangkrut

Jatuh bangun dilalui alumnus Farmasi Institut Teknologi Bandung ini. Lima tahun berjalan, tempat usahanya kebakaran, hingga kondisi keuangan tergerus sampai minus. Nyaris bangkrut dan memilih tutup, Nurhayati memutuskan bangkit lagi karena memikirkan nasib karyawan dan utang ke mitra bisnis.

Nurhayati Subakat. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Nurhayati Subakat juga concern dan peduli dalam dunia pendidikan di Indonesia. (Foto: Dokumen)

Dari kredit ke bank, dia membuat kosmetika halal pada 1995 berlabel Wardah hingga terkena imbas krisis moneter pada 1998. Namun, perusahaan milik Nurhayati tetap bertahan hingga terus membesar. Fenomena hijaber yang meledak pada 2009 menjadi momentum bagi pencetus kosmetik berlabel halal itu. Wardah melejit bahkan sampai bisa beriklan di televisi.

Hasil tidak akan mengkhianati usaha, begitulah pesan yang bisa dipetik dari seorang Nurhayati Subakat. Kini perusahaan yang menaungi merek-merek unggulan seperti Wardah, Make Over, Emina, IX, dan Putri itu mempekerjakan lebih dari 10.000 karyawan.

Peduli Pendidikan Anak Bangsa

Perusahaan yang mengusung visi menghadirkan manfaat ini juga bergerak mendukung kemajuan pendidikan bangsa. Bahkan, sejak awal mendirikan usaha kosmetiknya, Nurhayati sudah memberi beasiswa kepada anak-anak berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Kini, Paragon aktif mengembangkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di bidang pemberdayaan masyarakat, kesehatan, dan pendidikan, termasuk Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP), Good Leader Good Teacher, Wardah Inspiring Teacher, Wardah Scholarship Program, Semua Murid Semua Guru. Lalu Paragon Innovation Fellowship, Jabar Innovation Fellowship, Lecturer Coaching Movement, Pelatihan Inspiring Lecturer, dan INS Kayu Tanam Restoration.

Tak heran jika dia berkali-kali memperoleh predikat sebagai pebisnis sukses dan perempuan berpengaruh.

  • Bagikan