Pagar Tribune Stadion Kanjuruhan Malang Dibongkar, 11 Orang Diperiksa Polisi

stadion kanjuruhan tugu jatim
Pagar tribun Stadion Kanjuruhan. Foto: Rubianto/Tugu Jatim

MALANG, Tugujatim.id – Pagar pembatas antara tribune dengan lapangan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, dibongkar secara paksa oleh orang tak bertanggung jawab. Padahal, lokasi tersebut merupakan tempat kejadian perkara (TKP) kasus tragedi Kanjuruhan yang saat ini proses hukumnya tengah berlangsung.

Atas kejadian tersebut, Polres Malang melakukan pemeriksaan terhadap 11 saksi dan telah meningkatkan status kasus pembongkaran ini menjadi penyidikan.

“Saat ini kami tengah mendalami motif dan hari ini kami memeriksa saksi atas nama H yang diduga sebagai penanggungjawab kegiatan (pembongkaran) tersebut,” ungkap Kasat Reskrim Polres Malang, Iptu Wahyu Rizky Saputro, pada Kamis (9/12/2022).

Menurut Wahyu, H yang diduga bertanggung jawab atas pembongkaran tersebut merupakan warga sipil dan tidak tergabung dengan instansi manapun.

Untuk mendalami kasus ini, pihaknya juga telah memanggil enam orang saksi lainnya, namun mereka belum memenuhi panggilan tersebut. “Sampai saat ini kami sudah memeriksa 11 orang saksi, yang tidak datang kurang lebih enam orang,” kata Rizky.

Pembongkaran ini diketahui terjadi pads Senin (28/11/2022). Polres Malang kemudian menerima pengaduan atas peristiwa tersebut pada Kamis (1/12/2022). Setelah dilakukan penyelidikan, polisi meningkatkan status kasus ini menjadi penyidikan pada Selasa (6/12/2022).

“Dasar menaikkan status menjadi penyidikan ini yang jelas perilakunya ada, barang buktinya ada. Kami juga menerima pengaduan, artinya ada yang dirugikan,” jelas Wahyu.

Menurut Wahyu, pembongkaran dilakukan pada satu pagar serta paving di sekitarnya. Secara umum, kondisi Stadion Kanjuruhan masih sama seperti semula.

Tersangka pembongkaran pagar ini akan dikenakan Pasal 170 KUHP yang berbunyi Barangsiapa yang di muka umum bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang, dihukum penjara selama-lamanya lima tahun enam bulan.