• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Penjualan seragam sekolah di Lamongan menurun drastis sejak pandemi COVID-19 menyerang. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

Penjualan seragam sekolah di Lamongan menurun drastis sejak pandemi COVID-19 menyerang. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

Pandemi COVID-19, Penjualan Seragam Sekolah di Lamongan Turun 50 Persen

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in Pendidikan, News
0
Share on FacebookShare on Twitter

LAMONGAN, Tugujatim.id – Penjualan seragam sekolah di Lamongan menurun drastis sejak adanya pandemi COVID-19. Tak tanggung-tanggung, nilai penjualannya melorot drastis hingga 50 persen.

Hal tersebut dirasakan Halimah, salah satu penjual seragam sekolah di Pasar Babat Lamongan.

You might also like

Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari.

15 Armada Siap Mengaspal, Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari Beroperasi Oktober 2026

15/06/2026 3:43 PM
Tuban

Pria Paruh Baya di Tuban Ditemukan Bersimbah Darah, Polisi Buru Pelaku Penganiayaan

15/06/2026 12:30 PM

Ditemui Tugu Jatim saat berjualan, Halimah menuturkan penjualan untuk seragam sekolah menurun hingga setengah dari biasanya.

“Ya pasti turun mbak, sejak awal adanya virus corona ini, turunnya 50 persen,” ujarnya, Selasa (12/01/2021).

Sebelumnya, dalam sehari Halimah bisa mendapat pembeli sebanyak 10 sampai 15 orang. Namun, kali ini hanya sekitar 5 orang saja.

“Kalau lagi kenaikan sekolah bulan Juli itu biasanya 10-15 orang yang beli, sekarang cuma 5 orang, itu pun anak-anak SD yang beli,” tuturnya.

Ditemui terpisah Arif Ferlani, penjual seragam yang lain juga mengatakan hal yang sama. Namun, dirinya mengaku mengalami penurunan penjualan hingga 60 persen.

Sejak adanya COVID-19 ini, sistem pembelajaran diganti menjadi daring (online) sehingga mengharuskan para siswa untuk belajar di rumah.

Dengan adanya peraturan tersebut membuat para pedagang seragam sekolah merasakan dampak penurunan omset penjualan. (Mila Arinda/gg)

Tags: corona viruscovid-19Kabupaten LamonganLamonganpandemisekolahvirus corona
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari.

15 Armada Siap Mengaspal, Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari Beroperasi Oktober 2026

by Dwi Linda
15/06/2026 3:43 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Kabar baik bagi masyarakat Malang Raya, khususnya pengguna transportasi umum. Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah mempersiapkan penambahan...

Tuban

Pria Paruh Baya di Tuban Ditemukan Bersimbah Darah, Polisi Buru Pelaku Penganiayaan

by Mochamad Abdurrochim
15/06/2026 12:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Seorang pria paruh baya di Kabupaten Tuban ditemukan tergeletak di tanah dengan kondisi bersimbah darah usai diduga...

Cuaca di Jawa Timur

Kabut, Hujan Ringan, dan Dominasi Cerah Warnai Cuaca di Jawa Timur Senin 15 Juni 2026.

by Mochamad Abdurrochim
15/06/2026 9:40 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Senin (15/06/2026) menunjukkan variasi kondisi yang cukup kontras, mulai dari kabut, udara kabur,...

Tuban

Harga Pertamax Naik, Nelayan Tuban Khawatir Pertalite Langka

by Mochamad Abdurrochim
14/06/2026 12:27 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Kenaikan harga Pertamax mulai memicu kekhawatiran di kalangan nelayan Kabupaten Tuban. Mereka cemas perpindahan pengguna Pertamax ke...

Next Post
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Beri Toleransi Jam Tutup Mal saat PPKM, Maksimal 30 Menit

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID