• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Penjualan seragam sekolah di Lamongan menurun drastis sejak pandemi COVID-19 menyerang. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

Penjualan seragam sekolah di Lamongan menurun drastis sejak pandemi COVID-19 menyerang. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

Pandemi COVID-19, Penjualan Seragam Sekolah di Lamongan Turun 50 Persen

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in Pendidikan, News
0
Share on FacebookShare on Twitter

LAMONGAN, Tugujatim.id – Penjualan seragam sekolah di Lamongan menurun drastis sejak adanya pandemi COVID-19. Tak tanggung-tanggung, nilai penjualannya melorot drastis hingga 50 persen.

Hal tersebut dirasakan Halimah, salah satu penjual seragam sekolah di Pasar Babat Lamongan.

You might also like

BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

03/06/2026 10:41 PM
Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

03/06/2026 8:13 PM

Ditemui Tugu Jatim saat berjualan, Halimah menuturkan penjualan untuk seragam sekolah menurun hingga setengah dari biasanya.

“Ya pasti turun mbak, sejak awal adanya virus corona ini, turunnya 50 persen,” ujarnya, Selasa (12/01/2021).

Sebelumnya, dalam sehari Halimah bisa mendapat pembeli sebanyak 10 sampai 15 orang. Namun, kali ini hanya sekitar 5 orang saja.

“Kalau lagi kenaikan sekolah bulan Juli itu biasanya 10-15 orang yang beli, sekarang cuma 5 orang, itu pun anak-anak SD yang beli,” tuturnya.

Ditemui terpisah Arif Ferlani, penjual seragam yang lain juga mengatakan hal yang sama. Namun, dirinya mengaku mengalami penurunan penjualan hingga 60 persen.

Sejak adanya COVID-19 ini, sistem pembelajaran diganti menjadi daring (online) sehingga mengharuskan para siswa untuk belajar di rumah.

Dengan adanya peraturan tersebut membuat para pedagang seragam sekolah merasakan dampak penurunan omset penjualan. (Mila Arinda/gg)

Tags: corona viruscovid-19Kabupaten LamonganLamonganpandemisekolahvirus corona
Redaksi

Redaksi

Related Stories

BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 10:41 PM
0

Tugujatim.id - Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, resmi ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus...

Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 8:13 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Harga bawang merah di Kabupaten Probolinggo masih bertahan tinggi usai Hari Raya Iduladha 2026. Di sejumlah pasar...

Semeru

Pendaki Semeru Terjatuh Saat Lewat Jalur Ilegal, Evakuasi Terkendala Medan Curam

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 6:15 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pendaki Semeru kembali memakan korban. Seorang pendaki dilaporkan terjatuh di lereng Gunung Semeru usai nekat melintas melalui...

Ledakan Balon Udara

Ledakan Balon Udara di Blitar, Polisi Bongkar Transaksi Mercon

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 4:16 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Penyelidikan kasus ledakan balon udara di Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar kini menemui tantangan teknis. Pihak...

Next Post
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Beri Toleransi Jam Tutup Mal saat PPKM, Maksimal 30 Menit

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID