Pemkot Pasuruan Siapkan Rumah Pompa untuk Sedot Banjir di Dusun Rujak Gadung

Pemkot Pasuruan Siapkan Rumah Pompa untuk Sedot Banjir di Dusun Rujak Gadung

  • Bagikan
Wawali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, saat meninjau lokasi banjir di dusun Rujak Gadung, Kelurahan Katangketug, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan.
Wawali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, saat meninjau lokasi banjir di dusun Rujak Gadung, Kelurahan Katangketug, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan. (Foto: Dokumen)

 

PASURUAN, Tugujatim.id – Pemerintah Kota Pasuruan tengah menyiapkan rumah pompa guna menanggulangi banjir yang kerap menggenangi dusun Rujak Gadung, Kelurahan Karangketug, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan. Hal ini disampaikan Wakil Walikota Pasuruan, Adi Wibowo, saat meninjau permukiman warga yang terdampak banjir di dusun Rujak Gadung pada Kamis (30/03/2022).

Menurut Adi, rumah pompa menjadi solusi sementara yang bisa direalisasikan untuk menyedot genangan banjir.
Karena air banjir sulit surut akibat kontur tanah di dusun Rujak Gadung lebih rendah daripada wilayah sekitarnya.

“Keluhan warga di sini kalau banjir airnya lama surut, bisa 24 jam. Problemnya ya karena wilayah sini tanahnya rendah. Di sini walau tidak hujan, kadang dapat banjir kiriman,” ujar Adi.

Adi memperkirakan perlu sekitar seratus lebih pompa air untuk bisa menyedot seluruh genangan banjir. Pasalnya, satu alat pompa air diperkirakan hanya bisa menyedot sekitat 0,5 kubik air. Sementara jumlah air yang menggenangi satu dusun mencapai 50 kubik.

“Sudah kami ajukan ke provinsi untuk rumah pompanya, perkiraan ya butuh seratusan lebih pompa. Saya kira cukup signifikan dibanding nunggu surut juga lama,” ungkapnya.

Meskipun begitu, Pemkot Pasuruan juga masih harus memikirkan solusi untuk menanggulangi material lumpur yang kerap datang bersamaan dengan banjir. Hampir seluruh jalan di dusun Rujak Gadung tertimbun material lumpur.

Untuk menanggulanginya, Adi menyatakan jika perlu solusi bersama antara Pemkot Pasuruan, Pemkab Kabupaten, serta pihak Balai Besar Sungai Brantas Dinas PU SDA Jawa Timur agar sungai welang tidak meluap kembali.

“Tentunya kami perlu koordinasi dengan stakeholder lain apa yang bisa dikerjakan bersama untuk mencegah banjir. Apalagi banjirnya kan dari wilayah sungai welang Kabupaten Pasuruan. Termasuk koordinasi soal buka tutup pintu sungai ketika banjir,” pungkasnya.


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

  • Bagikan