MALANG, Tugujatim.id – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi Cakra, 18, pendaki ilegal Gunung Semeru. Evakuasi dilakukan setelah dia terjatuh ke jurang sedalam 375 meter pada Senin (01/06/2026) pada Jumat malam (05/06/2026).
Kepala Kantor SAR Surabaya sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC) Nanang Sigit mengatakan, seluruh tim SAR bersama Cakra dan dua pendaki lain telah tiba dengan selamat di posko evakuasi pada pukul 19.26.
“Survivor dibawa estafet oleh tim SAR gabungan dengan melewati jalur pendakian curam dan melintasi beberapa lokasi yang longsor,” ujar Nanang.
Baca Juga: Pendaki Semeru Terjatuh Saat Lewat Jalur Ilegal, Evakuasi Terkendala Medan Curam
Dia menjelaskan, evakuasinya memakai metode slope rescue karena survivor terperosok ke jurang dan tidak ada pijakan aman yang dapat digunakan sebagai anchor (tempat untuk menambatkan tali). Metode ini sering digunakan untuk mengevakuasi di medan miring seperti di gunung.
Saat terperosok ke jurang, pendaki ilegal Gunung Semeru ini dislokasi di bagian pergelangan kaki kanan. Tim SAR gabungan telah melakukan pertolongan pertama agar bagian yang sakit tidak banyak bergerak saat dievakuasi.
“Pembiadaian kami lakukan untuk meminimalisasi pergerakan agar tidak semakin bengkak,” kata Nanang.
Tim SAR Pakai Metode Slope Rescue untuk Evakuasi
Dalam metode slope rescue, posisi survivor terlentang di flexible stretcher, kemudian diamankan dengan sistem tali. Evakuasi dengan metode slope rescue dirasa lebih efisien dengan mempertimbangkan keselamatan survivor maupun tim SAR gabungan.
“Kemiringan medan juga dirasa lebih cocok untuk evakuasi dengan metode slope rescue dan dengan metode ini evakuasi bisa dilakukan secara bertahap,” imbuh Nanang.
Setelah posisi survivor di atas flexible stretcher, proses evakuasinya dengan menarik dan dikawal di sisi kanan- kiri. Proses penarikan dilakukan secara bergantian karena medannya terjal dan curam.

“Dari jurang, survivor dievakuasi dengan slope rescue menuju titik kumpul tim SAR Gabungan yang ada di atas, baru kemudian ditandu untuk turun menuju ke posko,” jelas Nanang.
Dia menambahkan, kondisi permukaan tanah di lapangan tertutup debu vulkanis. Di sore hari, tim SAR gabungan harus lebih hati-hati karena kabut menutup pandangan.
Tim SAR gabungan pada Jumat (05/06/2026) sempat meminta waktu untuk istirahat pada pukul 14.30 karena jalur pendakian yang sulit. Posko kemudian memberangkatkan empat personel tambahan untuk membantu membawa logistik dan membantu evakuasi.
Baca Juga: Personel Operasi Ketupat Semeru 2026 Jalani Pemeriksaan Kesehatan di Pos Pelayanan Alun-alun Tuban
Setibanya di posko, tim paramedis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang langsung menangani pada survivor. Pemuda tersebut lalu diserahkan kepada pihak keluarga.
Diberitakan sebelumnya, survivor bersama kedua orang temannya mendaki lewat jalur ilegal yang berlokasi di Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Sabtu (30/05/2026). Dua hari kemudian, survivor menghubungi keluarganya untuk memberi kabar bahwa dia terjatuh.
Dia sempat mengirimkan titik koordinat sebelum akhirnya tidak bisa dihubungi. Pihak keluarga kemudian mencoba menyelamatkan, sementara warga melaporkan kejadian ini ke Polsek Ampelgading.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Dwi Lindawati








