Persiapan PPKM Darurat, Pangdam V Brawijaya Peringatkan Angka Positif Covid-19 di Jatim Tertinggi

  • Bagikan
Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto memberikan sambutan saat apel pasukan persiapan PPKM Darurat di Jatim, Jumat pagi (02/07/2021). (Foto: Rizal/Tugu Jatim)
Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto memberikan sambutan saat apel pasukan persiapan PPKM Darurat di Jatim, Jumat pagi (02/07/2021). (Foto: Rizal/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Forkopimda Jawa Timur (Jatim), Wakil Gubernur (Wagub) Emil Elestianto Dardak, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, dan Wakapolda Jatim Brigjen Pol Drs Slamet Hadi Supraptoyo melaksanakan apel gelar pasukan dalam rangka pelaksanaan PPKM Darurat di wilayah Jatim yang dilaksanakan di lapangan Makodam V Brawijaya pada Jumat pagi (02/07/2021).

Dalam arahannya, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto menjelaskan, situasi di Jatim di masa pandemi Covid-19 ini cukup memprihatinkan. Bahkan, kemarin sore penambahan angka positif merupakan tertinggi sejak pandemi menimpa Indonesia di awal 2020.

Anggota TNI mengikuti apel pasukan persiapan PPKM Darurat di Jatim, Jumat pagi (02/07/2021). (Foto: Sholeh/Tugu Jatim)
Anggota TNI mengikuti apel pasukan persiapan PPKM Darurat di Jatim, Jumat pagi (02/07/2021). (Foto: Sholeh/Tugu Jatim)

“Angka kesembuhan di atas 300 orang dan yang meninggal cukup banyak. Jawa Timur merupakan penyumbang angka kematian tertinggi di seluruh daerah,” jelas Pangdam V Brawijaya saat gelar apel pasukan dalam rangka pelaksanaan PPKM Darurat di wilayah Jatim.

Dalam kesempatan ini, apel digelar serentak, baik di Surabaya Raya, Malang Raya, Madiun Raya, Tapal Kuda, dan Mojokerto. Setelah apel, semua akan masuk di wilayah penugasan di seluruh wilayah kabupaten/kota di Jatim.

Semua pasukan bersiap melaksanakan PPKM Darurat. (Foto: Sholeh/Tugu Jatim)
Semua pasukan bersiap melaksanakan PPKM Darurat. (Foto: Sholeh/Tugu Jatim)

“Ada 38 kabupaten/kota di Jatim dibagi dua level, yaitu level 3 ada 27 kabupaten/kota dan nantinya anggota akan masuk di kodim dan polres dengan total anggota sebanyak 50 orang. Dan level 4, ada 11 kabupaten/kota,” tambahnya.

Meski instruksi dari Kementerian Dalam Negeri belum keluar. Untuk di level 4, tingkatnya lebih gawat. Artinya, penyebaran Covid-19 lebih tinggi. Nantinya anggota akan langsung masuk ke RT-RW dengan total pasukan yang berbeda-beda sesuai ancaman penyebaran Covid-19 yang berbeda-beda.

Anggota yang diterjunkan akan membantu bidan desa untuk melakukan testing guna mencari orang-orang yang terkonfirmasi Covid-19.(Foto: Rizal/Tugu Jatim)
Anggota yang diterjunkan akan membantu bidan desa untuk melakukan testing guna mencari orang-orang yang terkonfirmasi Covid-19.(Foto: Rizal/Tugu Jatim)

“Operasi akan dilakukan besok dan tugasnya yakni memperkuat 4 pilar pelaksanaan PPKM Darurat. Pertama, kepala desa, dokter puskesmas, babinkantibmas, dan babinsa,” ujarnya.

Nantinya 4 pilar ini akan melaksanakan 3M di desa tersebut, bagi masyarakat yang belum memakai masker harus wajib menggunakan, jika ada kerumunan lebih dari tiga orang harus dibubarkan.

“Jika ada yang makan di warung tidak boleh sehingga warung harus tutup pukul 20.00 WIB. Masyarakat tidak boleh melaksanakan salat berjamaah terlebih dahulu dan harus ditutup, dan tempat wisata juga harus tutup,” ucapnya.

Para personel harus bisa memberikan edukasi dan sosialisasi penerapan protokol kesehatan ke masyarakat. (Foto: Rizal/Tugu Jatim)
Para personel harus bisa memberikan edukasi dan sosialisasi penerapan protokol kesehatan ke masyarakat. (Foto: Rizal/Tugu Jatim)

Selain itu, anggota yang diterjunkan nantinya juga akan membantu bidan desa untuk melakukan testing guna mencari orang-orang yang terkonfirmasi Covid-19.

“Kemudian tracing nantinya akan dilakukan babinkamtibmas sehingga anggota yang diterjunkan ini tugasnya membantu. Sebab, jika dilakukan oleh babin tidak akan mampu,” cetusnya.

Nantinya jika ditemukan orang tanpa gejala, tidak boleh dibawa ke RS terlebih dulu. Mereka harus dibawa dan diisolasi di posko PPKM di setiap RT terlebih dahulu.

PPKM Darurat di Jatim akan diperkuat 4 pilar. (Foto: Rizal/Tugu Jatim)
PPKM Darurat di Jatim akan diperkuat 4 pilar. (Foto: Rizal/Tugu Jatim)

“Jika memang sudah berat, maka orang tersebut harus mendapatkan perawatan ke RS. Dan harus koordinasi dengan pihak puskesmas,” ujarnya.

Jika di tempat isolasi RT sudah penuh, maka masyarakat dibawa ke tempat isolasi dan dikarantina di tingkat kabupaten/kota. Nantinya di pintu masuk RT-RW juga akan dilakukan pemeriksaan.

“Anggota harus bisa memberikan edukasi dan sosialisasi penerapan protokol kesehatan ke masyarakat, mudah-mudahan dalam 2 minggu bisa turun karena target dari pusat turun 10 ribu per hari. Jika di jatim bisa turun, tidak akan diperpanjang PPKM-nya. Namun, jika masih tinggi kemungkinan bisa diperpanjang,” ujarnya.

 

 

  • Bagikan